Banjir Talumolo Gorontalo
185 Jiwa Terdampak Banjir di Talumolo Gorontalo, BPBD Turun Tangan
BPBD Kota Gorontalo mencatat ada sebanyak 58 rumah terdampak banjir di lokasi ini. Sedangkan untuk jumlah korban terdampak mencapai 86 KK
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfgdryujtuyk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Hujan deras mengguyur Kota Gorontalo menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah seperti di Kelurahan Talumolo, Kota Gorontalo pada Selasa (4/3/2025) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo mencatat ada sebanyak 58 rumah terdampak banjir di lokasi ini.
Sedangkan untuk jumlah korban terdampak mencapai 86 Kepala Keluarga (KK) dengan total 185 jiwa yang merasakan dampaknya.
Fungsional Ahli Muda BPBD Kota Gorontalo, Mulyono Mardjun mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi warga terdampak banjir.
Baca juga: Tak Bisa Tidur Nyenyak Saat Hujan, Mince Napu Curhat Soal Banjir Leato Gorontalo
"Kami juga menginventarisasi infrastruktur yang mengalami kerusakan serta melakukan penyedotan air yang masih menggenangi permukiman," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (5/3/2025) sore.
"Upaya penanganan ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, serta berbagai stakeholder terkait," tambahnya
Tak hanya di Kelurahan Talumolo, kata Mulyono banjir juga terjadi di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo.
BPBD pun langsung berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan stakeholder lainnya untuk mendata korban serta infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Sementara itu, di Kelurahan Tenda, hujan deras memicu longsor yang menutup sebagian jalan utama.
Baca juga: Warga Talumolo Korban Banjir Nantikan Kedatangan Wali Kota Gorontalo: Kami Mau Mengeluh
BPBD segera turun tangan dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor serta melakukan pengerukan material longsor yang menghalangi akses jalan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan," jelasnya
Tak hanya itu, Mulyono juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah yang rawan bencana, baik banjir, longsor, maupun bencana lainnya.
Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal.
Baca juga: Akibat Banjir, Warga Talumolo Gorontalo Kesulitan Dapat Air Bersih, Kini Hanya Bisa Pasrah
"Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada, mengamankan barang-barang berharga, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang jika terjadi situasi darurat," tutupnya.
Akibat Banjir, Warga Talumolo Gorontalo Kesulitan Dapat Air Bersih, Kini Hanya Bisa Pasrah
Banjir yang menerjang Kecamatan Talumolo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo menyisakan perasaan sedih.
Bagaimana tidak, banjir yang datang secara tiba-tiba itu tak memberikan waktu kepada warga untuk menyelamatkan barang-barang berarti.
Sehingga seluruh perabotan dan stok makanan pun rusak karena diterjang banjir.
Baca juga: Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang
Banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Gorontalo pada Selasa (4/3/2025) sejak siang hari.
Hujan yang berdurasi lama dengan intensitas yang cukup deras membuat air dari pegunungan merambat ke bawah hingga akhirnya membuat jebol tanggul di Talumolo.
Akibatnya, warga yang tinggal di bantaran jalan air pun menjadi sasaran.
Stok bahan makanan, kompor bahkan mukena tak dapat digunakan lagi.
Bahkan rumah milik warga terendam air dan lumpur.
Seperti rumah milik Harun, warga Talumolo Gorontalo yang juga menjadi korban dari banjir ini.
Ia mengatakan air bersih di rumahnya mati padahal air tersebut akan digunakan untuk membersihkan lumpur dari rumahnya.
Baca juga: Tangis Poni Darise Warga Talumolo Gorontalo, Mukenah Kotor dan Tak Bisa Salat Karena Banjir
"Mati airnya, di sini sampai di belakang," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (4/3/2025) malam.
Kata Harun, sekitar ada 30 rumah yang mati air, yang ada hanyalah air yang berasal dari pegunungan yang sudah bercampur dengan lumpur.
"Mungkin ada sekitar 30-an rumah yang terkena dampaknya," lanjutnya.
Harun pun nampak sibuk menghidupkan mesin untuk membersihkan lumpur dan mengeluarkan air dari dalam rumahnya.
Namun, mesin itu tak kunjung hidup, dan air bersih yang sulit dia dapatkan.
Selain itu Poni Darise yang juga warga Talumolo Gorontalo juga merasakan dampak dari banjir.
Poni tak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya.
Baca juga: Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang
Ia pun hanya bisa pasrah melihat rumahnya yang terendam banjir dan menunggu air surut.
Bersyukur, untuk berbuka puasa, ia mendapat takjil dari masjid terdekat.
Ia bahkan ketinggalan menunaikan salat magrib, isya dan tarawih akibat mukenanya kotor karena lumpur.
"So kotor pak, tidak bisa salat," keluhnya dengan mata berkaca-kaca.
Saat ini ia mengaku sangat membutuhkan makanan, untuk makan malam nanti dan sahur.
Poni berhadap, pemerintah segera membuat saluran di tengah kawasan pemukiman warga di Talumolo.
Pasalnya, Poni mengungkapkan, bahkan hanya diguyur hujan beberapa saat saja, ia bersama warga lainnya sangat was-was.
"Minta tolong kitorang (kami) tidak ada jalan air untuk keluar," harap Poni. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.