Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nasional

Agen Scam Online Kamboja Jaring Warga Sulut, 17 Korban Terjebak di KBRI

Para agen bertugas mengurus seluruh keperluan calon pekerja, mulai dari pembuatan paspor hingga tiket pesawat menuju Kamboja.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Agen Scam Online Kamboja Jaring Warga Sulut, 17 Korban Terjebak di KBRI
TribunManado
WNI DI KAMBOJA - WNI asal Sulawesi Utara yang masih di Kamboja. Mereka menunggu kepastian pulang ke Indonesia di depan KBRI. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sulut dalam Ancaman Penipuan Daring Agen perusahaan online scam (penipuan berbasis daring) berbasis di Poipet, Kamboja, merajalela di Sulawesi Utara (Sulut).

Modus penipuan ini melibatkan perekrutan pekerja dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan ringan di depan komputer.

Para agen bertugas mengurus seluruh keperluan calon pekerja, mulai dari pembuatan paspor hingga tiket pesawat menuju Kamboja.

Hingga saat ini, 17 warga Sulut masih terjebak di KBRI Kamboja tanpa kepastian kepulangan.

Baca juga: Doa Mustajab di Bulan Ramadan, Waktu Terbaik dan Keutamaannya

"Agen yang urus semua, mulai dari paspor hingga tiket pesawat. Prosesnya sangat cepat, kami hanya tinggal siap berangkat," ujar seorang korban berinisial SW saat dihubungi, Senin (3/3/2024).

Namun, sesampainya di Kamboja, semua janji manis para agen terbukti palsu.

Pekerjaan yang dijanjikan ternyata adalah bagian dari sindikat penipuan daring yang memaksa korban bekerja tanpa kejelasan.

"Semua bohong, kalau benar kami tidak akan melarikan diri dari perusahaan," tambah SW.

Keluarga Korban Berjuang Pulangkan Kerabat Keluarga dari 17 korban saat ini masih berjuang mencari jalan keluar agar kerabat mereka bisa kembali ke tanah air.

Mereka berkumpul di Sulut untuk membahas langkah-langkah yang bisa ditempuh.

Baca juga: Hotman Paris Sindir Firdaus Oiwobo Buat Konten di Showroom Mobil Minta Honor Rp6 Juta dan Makanan

"Kami tidak punya uang sama sekali, satu-satunya harapan kami hanya bantuan pemerintah," ujar Dadia Lamato, salah satu keluarga korban, Jumat (1/3/2025).

Dadia berharap, Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling dapat membantu proses pemulangan para korban.

Modus penipuan ini menawarkan gaji fantastis dengan pekerjaan ringan di depan komputer, sehingga menarik minat banyak warga yang tengah mencari nafkah.

"Termasuk suami saya, karena niatnya hanya untuk mencari nafkah," pungkas Dadia.

Keluarga berharap pemerintah segera turun tangan agar para korban dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved