Ramadan 2025
Apakah Menelan Dahak Bisa Membuat Puasa Batal? Ini Penjelasan Ustaz
Ada hal-hal yang secara tak sengaja kita lakukan, dapat membatalkan puasa. Apakah menelan dahak dapat membatalkan puasa?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sakit-tenggorokan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan tidak makan dan minum selama fajar hingga petang.
Puasa akan batal jika kita makan dan minum.
Namun, ada hal-hal lain yang secara tak sengaja kita lakukan, dapat membatalkan puasa.
Apakah menelan dahak termasuk hal yang membatalkan puasa?
Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan pandangan ulama dan mazhab.
Pengertian Dahak dalam Konteks Puasa
Dahak adalah cairan kental yang berasal dari saluran pernapasan, biasanya dihasilkan ketika seseorang mengalami batuk atau iritasi tenggorokan.
Dalam konteks puasa, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah menelan dahak dapat membatalkan puasa atau tidak.
Jawabannya bergantung pada kondisi dan pandangan mazhab yang digunakan sebagai rujukan.
Baca juga: Digelar Lebih Cepat, Pasar Senggol di Kota Gorontalo Dibuka di Ramadan Ke-5, Ini Lokasinya
Menelan Dahak Tidak Membatalkan Puasa (Pandangan Umum)
Secara umum, menelan dahak tidak membatalkan puasa selama dahak tersebut, belum keluar dari mulut.
Hal ini didasarkan pada pendapat beberapa ulama yang menyatakan, dahak adalah bagian dari tubuh manusia, sama seperti air ludah, sehingga menelannya tidak membatalkan puasa.
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Syamsul Bakri mengatakan, menelan ludah sendiri saat berpuasa tidak membatalkan puasa.
"Karena itu sangat manusiawi dan tidak mungkin terhindarkan. Tidak bisa orang tanpa menelan ludah sendiri," ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/3/2023).
Syamsul juga mengungkapkan, menelan dahak tidak akan membatalkan puasa karena dahak berasal dari dalam tubuh sendiri, mirip air liur.
Selain itu, ulama dari mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa menelan dahak tidak membatalkan puasa karena dianggap sama seperti air liur.
Namun, ada syarat penting yang harus dipenuhi: dahak tersebut tidak boleh tercampur dengan zat lain, seperti darah atau lendir dari luka.
Jika dahak tercampur dengan zat lain, maka hukumnya bisa berbeda.
Baca juga: Bagi Penderita Asma, Begini Hukum Pakai Inlaer saat Puasa
Kondisi yang Dapat Membatalkan Puasa
Meskipun secara umum menelan dahak tidak membatalkan puasa, ada beberapa kondisi tertentu yang dapat membuat puasa menjadi batal. Berikut penjelasannya:
Jika Dahak Sudah Keluar dari Mulut
Menurut beberapa ulama, jika dahak sudah keluar dari mulut dan kemudian ditelan kembali, maka puasa dianggap batal.
Hal ini karena dahak yang sudah keluar dari mulut dianggap sebagai benda asing yang masuk kembali ke dalam tubuh.
Pendapat ini juga didukung oleh ulama mazhab Hambali, yang menyatakan bahwa menelan dahak yang sudah sampai ke mulut dapat membatalkan puasa.
Dahak yang Dianggap Serupa dengan Muntah
Dalam beberapa referensi, jika dahak keluar dari dada dan kemudian ditelan, maka puasa dianggap batal karena tindakan ini dianggap serupa dengan muntah.
Muntah sendiri adalah salah satu penyebab batalnya puasa jika sengaja ditelan kembali.
Baca juga: Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa? Para Ulama Punya Pendapat Berbeda
Perbedaan Pendapat Ulama
Ada dua pendapat utama mengenai hukum menelan dahak saat puasa.
Pendapat pertama menyatakan bahwa menelan dahak membatalkan puasa, sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa puasa tetap sah.
Namun, pendapat yang lebih kuat (sahih) adalah bahwa menelan dahak dapat membatalkan puasa jika sudah keluar dari mulut.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menelan dahak tidak membatalkan puasa selama dahak tersebut masih berada di dalam mulut atau tenggorokan dan belum keluar sepenuhnya dari mulut.
Namun, jika dahak sudah keluar dari mulut dan kemudian ditelan kembali, maka puasa dianggap batal menurut sebagian ulama.
Oleh karena itu, sebaiknya seseorang yang sedang berpuasa berhati-hati dan menghindari menelan dahak yang sudah keluar dari mulut untuk menjaga kesempurnaan ibadahnya.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami hukum menelan dahak saat puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan!
(Tribunnews.com/Bobby)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.