Ramadan 2025
TribunGorontalo.com Gandeng Mahasiswa Ilmu Hadis IAIN dalam Kultum Ramadhan, Tayang Setiap Hari
Program ini tayang di YouTube dan Facebook Tribun Gorontalo selama bulan suci Ramadan 2025 sore menjelang waktu berbuka.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – 30 mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo berkolaborasi dengan TribunGorontalo.com menghadirkan konten kultum Ramadan bertajuk "Kurma: Kultum Ramadan".
Program ini tayang di YouTube dan Facebook Tribun Gorontalo selama bulan suci Ramadan 2025 sore menjelang waktu berbuka.
Setiap mahasiswa diberikan kesempatan membawakan tausiyah dengan tema berbeda dikemas dengan bahasa ringan dan relevan bagi generasi muda.
Beragam topik menarik diangkat, mulai dari pentingnya sahur, keutamaan berdoa saat berbuka, hingga refleksi spiritual di penghujung Ramadan.
Baca juga: Mayoritas Penghuni Kos di Kota Gorontalo Pulang Kampung Sehari Jelang Ramadan
Ketua Jurusan Ilmu Hadis IAIN Sultan Amai Gorontalo, Rifian Panigoro menyampaikan apresiasinya atas program ini.
Menurutnya, program ini sebagai wadah positif bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan dakwah dan berbagi ilmu kepada masyarakat luas.
"Kolaborasi ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa sebagai calon dai masa depan, tetapi juga bagi masyarakat yang dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (28/2/2025).
Lebih lanjut Rifian menjelaskan judul dari kultum yang akan dibawakan oleh mahasiswa telah diatur sesuai dengan zaman untuk menyasar Generasi Z.
"Ini menyasar generasi Z dan semoga para pendengar, pembaca atau penonton yang melihat kultum Ramadhan dari mahasiswa IH IAIN Gorontalo bisa menambah wawasan keagamaan khususnya di bulan suci ramadhan," tegasnya.
Baca juga: Sambut Ramadan 2025, Warga Sekitar Masjid Al-Muthahahiriin Gorontalo Lakukan Pembersihan
Deretan tema kultum dibawakan para mahasiswa sangat dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Misalnya, Ananda Saliko dalam kultumnya berjudul "Gak Ngaji Gak Trendy, Ramadan Tahun Ini Khatam Kitab Suci" mengajak anak muda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Sementara itu, Alvionita Limbotu dalam tausiyahnya berjudul "Gen Z Tangguh di Era Digital: Bijak Bermedia, Kuat Beriman" menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan peningkatan keimanan di bulan suci.
Tidak hanya membahas ibadah, kultum Ramadan ini juga menyentuh aspek sosial dan psikologis.
Yesfin Ibrahim, misalnya, membawakan tema "Mengubah Insecure Menjadi Bersyukur", relevan dengan tantangan emosional banyak anak muda saat ini.
Selain itu, beberapa mahasiswa juga mengangkat refleksi spiritual seperti Marsya Ayu A Sunandar dengan tema "Ramadan Pergi, Apakah Kita Kembali?" yang mengajak umat Islam untuk mempertahankan kebiasaan baik setelah Ramadan berakhir.
Baca juga: Demi Kurangi Macet saat Mudik Lebaran, Pemerintah Rencanakan ASN untuk WFA Selama Ramadan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/53yjh365jyu.jpg)