Profil Tokoh
Sosok Abdul Haris Panai, 10 Tahun Jabat Ketua Takmir Masjid Sabilurrasyad Gorontalo
Abdul Haris Panai merupakan sosok yang menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Syabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdul-Haris-Panai.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Abdul Haris Panai merupakan sosok yang menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Sabilurrasyad Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Ia merupakan dosen pengajar di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Secara akademik, Haris menjabat sebagai profesor atau guru besar.
Ia menamatkan pendidikan SMA di SPG Negeri 1 Gorontalo tahun 1977-1980.
Tahun 1981-1985, ia melanjutkan studi di FKIP Unsrat (kini UNG). S2 kemudian ia tempuh di IKIP Negeri Jakarta.
Gelar doktor ia peroleh dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Abdul Haris Panai ditunjuk menjadi Ketua Takmir Sabilurrasyad UNG sejak 2015. Artinya, saat ini ia sudah menjabat selama 10 tahun.
Baca juga: Pengurus Masjid Sabilurrasyad Gorontalo Bersih-bersih jelang Ramadan, Saf Perempuan Dipindahkan
Haris sebelumnya pernah menjadi ketua takmir di beberapa masjid.
Menurunya, selama ini ia mampu menjaga amanah dari Universitas Negeri Gorontalo.
"Hidup itu yang pertama dapat dipercaya, kepercayaan. Kalau kita masih dipercaya InsyaAllah mudah hidup," tukasnya.
Haris sejak awal telah berhasil mendorong percepatan pembangunan Masjid Sabilurrasyad.
Masjid ini dahulunya hanya bangunan besar tiga lantai, kini telah berubah drastis.
Selain sebagai ketua takmirul, Haris sendiri merangkap sebagai ketua panitia pembangunan dan pengembangan masjid.
"Saat masjid ini direnovasi tahun 2013, saya sudah ikut di dalamnya," bebernya.
Fasilitas dan sarana penunjang ibadah di dalam masjid perlahan sudah memadai. Mulai tempat wudhu, toilet, kantin, taman, hingga lahan parkir cukup luas.
Lahan masjid sudah diperluas, kendati sebelumnya masih jadi lahan orang lain.
Fasilitas penunjang ini akhirnya memantik banyak kegiatan keagamaan seringkali diselenggarakan di Masjid Sabilurrasyad.
Haris menyebut pengembangan ini tidak lepas dari kontribusi dan partisipasi dari jamaah dan pihak lain.
"Kalaupun ada masalah sana-sini, namanya juga hidup," jelas Haris.
Kendati sudah cukup memadai, Haris terus memproyeksikan pengembang masjid, salah satunya adalah pembangunan hotel di depan kawasan parkir.
"Masjid ini dikelola seperti usaha. Dihidupkan jamaah dan menghidupkan jamaah," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.