Selasa, 3 Maret 2026

Ramadan 2025

Kemenag Provinsi Sebut Hilal Belum Terlihat di Gorontalo, Tertutup Awan Tebal

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo sebut hilal di Gorontalo belum terlihat. Hal itu sebagaimana hasil ahir pantauan BMKG hilal tertutup a

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Kemenag Provinsi Sebut Hilal Belum Terlihat di Gorontalo, Tertutup Awan Tebal
TRIBUNGORONTALO/JEFRY POTABUGA
PANTAUAN HILAL - Pemantauan hilal 1 Ramadan 1446 Hijiriyah akan dilakukan di Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (28/2/2025).Penentu 1 Ramadan 2025 ini dinamakan rukyat hilal atau disebut juga pengamatan bulan sabit pertama setelah konjungsi atau ijtima.Pantauan hilal tersebut akan dilakukan pada pukul 18.03 Wita. Namun pihak Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo telah berada dilokasi pukul 16.00 Wita. 

TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo -- Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo sebut hilal di Gorontalo belum terlihat.

Hal itu sebagaimana hasil ahir pantauan BMKG hilal tertutup awan tebal sehingga hilal tidak bisa terlihat dari di Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Jumat (28/2/2025).

"Untuk kesimpulan akhirnya karena cuaca awan tebal maka hilal di Gorontalo belum terlihat, ungkap Safrianto Kaawoan, Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo.

Ia menerangkan bahwa hasil akhir akan disampikan ke pemerintah pusat.

Selain itu, Kepala Bidang (Kabid) Bimas Islam Kemenag Provinsi Gorontalo, Asrul Lasapa, Jumat (28/2/2025) di Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

"Apakah ada tarwih atau tidak sebentar mala maka tunggu pengumuman dari pemerintah, demikian masjid-masjid jangan dulu melaksanakan tarwih," ungkapnya.

Menurutnya meski Gorontalo telah memenuhi standar untuk ketinggian hilal namun elongasi belum memenuhi standar.

Diketahui bahwa syarat penentuan awal Ramadan ditentukan oleh ketinggian hilal dan elongasi.

Di Gorontalo sendiri ketinggian hilal mencapai 3.69 derajat. Sementara elongasi 5.4 derajat.

"Standarnya elongasi itu 6.4 sementara yang memenuhi syarat itu hanya berada di wilayah Aceh," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Aceh akan dijadikan sebagai dasar untuk awal puasa Ramadan. Maka jika hasil elongasi dan ketinggian hilal di Aceh sudah terlihat maka besok hari, 1 Maret 2024 akan menjadi awal puasa Ramadan.

"Dengan demikian jika di Aceh terlihat maka insyallah kita akan puasa besok, tapi jika di Aceh terlihat maka kita akan menunda hingga besok," jelasnya.

Pantauan hilal tersebut akan dilakukan pada pukul 18.03 Wita. Namun pihak Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo telah berada dilokasi pukul 16.00 Wita.

Terlihat teropong hilal itu sudah terpasang, dan pihak BMKG dalam proses persiapan.

Adapun yang akan hadir informasi awal dari Kemenag Gorontalo, dan pihak lain untuk memantau adanya hilal awal ramadan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved