Tribun Podcast
Cerita Miman Adam Jadi Generasi Ke-5 Pengelola Museum Pendaratan Soekarno Gorontalo
Miman Adam menjadi generasi ke-5 mengelola wisata Museum Pendaratan Soekarno. Dia bertugas sejak 2011 silam menggantikan sang ayah.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dhgwrtjhetrh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Miman Adam merupakan pengelola kawasan wisata Museum Pendaratan Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Ia merupakan pengelola kawasan itu sejak tahun 2011 silam.
Artinya, sudah ada lebih dari 14 tahun, Miman menggeluti pekerjaan tersebut.
Saat diwawancarai TribunGorontalo.om, Miman mengaku ia merupakan generasi ke-5 yang mengelola wisata Museum Pendaratan Soekarno.
Baca juga: BERITA FOTO: Museum Pendaratan Soekarno Jadi Wisata Sejarah bagi Warga Gorontalo
"Saya saat itu menggantikan ayah saya," ungkapnya dalam podcast mobile, Senin (24/2/2025).
Rupanya, pengelolaan wisata bersejarah ini diturunkan dari buyut Miman.
"Jadi saat tempat ini dikunjungi Presiden Soekarno, buyut saya yang kelola di tahun 1951," ungkapnya.
Jika diestimasikan, setiap generasinya rata-rata menjadi pengelola kawasan tersebut hampir 15 tahun tiap generasi.
Meskipun punya rumah pribadi, Miman mengaku setiap hari nginap di dalam museum.
Sementara itu, Istrinya menggelar dagangan di depan museum untuk menambah pendapatan.
Baca juga: Pendaratan Soekarno Gorontalo Jadi Wisata Sejarah yang Masih Terjaga dengan Baik
Miman tidak hanya menjadi pengelola yang tugasnya bersih-bersih halaman dan fasilitas, ia juga kerap merangkap sebagai tour guide.
Setiap hari Miman selalu memberi penjelasan soal sejarah tempat tersebut kepada pengunjung.
Pengetahuan soal sejarah Pendaratan Soekarno rupanya telah dipelajari dari ayahnya.
Masalah yang sering dihadapi Miman adalah, ketika banyak yang datang dan minta agar dijelaskan.
"Itu setengah mati, jadi harus kesana-kemari," tuturnya.
Baca juga: Museum Pendaratan Soekarno di Gorontalo Nyaris Terendam Luapan Air Danau Limboto
Saat masih kecil, Miman sering main dan menemani ayahnya di tempat tersebut.
Sebenarnya pengelola tidak harus dari keturunannya, namun hal itu secara tidak langsung menurun ke tiap generasi.
Begitupun saat ini, Miman menyebut di antara tiga anak laki-lakinya, ada satu orang kemungkinan akan melanjutkan tugasnya.
Sejak diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri di tahun 2001, Miman menyebut sudah banyak perubahan di kawasan ini.
Baca juga: Museum Pendaratan Soekarno di Gorontalo Sepi Pengunjung saat Ramadan 2024
Mulai dari pembangunan toilet, tempat duduk dan dermaga menghadap ke Danau Limboto.
"Kondisi sudah berubah, fasilitas sudah lumayan dan saat ini aman semuanya," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.