Pelantikan Wali Kota Gorontalo
Alumni UNG Ingin Kota Gorontalo Didorong Jadi Kota UMKM
Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah Kota Gorontalo yakni mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/aefergf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pelantikan 961 Kepala daerah termasuk Wali Kota Gorontalo kini telah usai.
Secara sah dan resmi, Adhan Dambea kini telah memegang seluruh cita-cita dan harapan warga Kota Gorontalo ke depannya.
Pemerintah pun diharapkan menjadi fasilitator bagi warga dan kepala daerah.
Salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah Kota Gorontalo yakni mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo.
Baca juga: Profil Adhan Dambea dan Indra Gobel, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo Periode 2025-2030
Inkrianto Mahmud, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengatakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, fokus pembangunan Kota Gorontalo dapat diubah dari Smart City menjadi Kota UMKM.
Melalui kota UMKM ini, perekonomian daerah dapat didorong oleh UMKM masyarakat.
“Jika kita melihat data dari Disperindag Provinsi Gorontalo, jumlah UMKM di Kota Gorontalo mencapai 20.319 unit, dengan mayoritasnya berada pada skala mikro," ungkap kepada TribunGorontalo.com, Minggu (23/2/2025).
Kata Inkrianto, potensi UMKM di Kota Gorontalo ini sangat besar dan patut mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Adhan Dambea dan Indra Gobel Resmi Wali Kota & Wakil Wali Kota Gorontalo
Untuk mewujudkan Kota UMKM, Inkrianto menjelaskan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan salah satunya pemberdayaan Pasar Sentral menjadi pusat kegiatan ekonomi di Kota Gorontalo.
Dengan pemberdayaan yang baik, maka Pasar Sentral yang dulunya sepi dapat menjadi ramai dengan adanya pusat UMKM di dalamnya.
“Jika Pasar Sentral dapat dikelola dengan baik, maka UMKM akan memiliki ruang yang strategis untuk berkembang, baik dalam hal promosi maupun transaksi bisnis,” jelasnya.
Kedua, pemasaran UMKM melalui media massa maupun platform digital menjadi hal penting dalam memperluas akses pasar.
Pemerintah daerah hanya perlu menyediakan platform digital yang memungkinkan UMKM menjual produknya secara online.
Baca juga: Jadwal Kepulangan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea hingga Rangkaian Penyambutan Pasca Dilantik
Selain itu, ekosistem pendukung juga menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
“Agar UMKM bisa berkembang, mereka perlu mendapatkan akses pembiayaan dengan bunga rendah. Ini penting agar mereka tidak terjebak dalam beban utang yang berat,” ungkapnya.