Selasa, 3 Maret 2026

Pasar Senggol Gorontalo

Lebih Cepat dari Biasanya! Pasar Senggol Kota Gorontalo Segera Dibuka

“Kemarin saya telah melakukan koordinasi dengan Polda Gorontalo terkait pemanfaatan Jalan Raja Eyato untuk penyelenggaraan Pasar Senggol,” ujar Haryon

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Lebih Cepat dari Biasanya! Pasar Senggol Kota Gorontalo Segera Dibuka
Infopublik
PASAR MUSIMAN - Pasar Senggol Gorontalo ditunggu baik pedagang maupun warga Gorontalo. Pasar ini selalu jadi tempat cuan untuk pedagang. Ramadan 2025, Pasar Senggol bakal digelar lebih awal. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pasar Senggol di Kota Gorontalo akan digelar lebih awal pada Ramadan 2025 dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan persiapan dimulai sejak pekan pertama Ramadan.

Hal ini dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto.

“Kemarin saya telah melakukan koordinasi dengan Polda Gorontalo terkait pemanfaatan Jalan Raja Eyato untuk penyelenggaraan Pasar Senggol,” ujar Haryono kepada TribunGorontalo.com, Jumat (21/2/2025).

Haryono menjelaskan bahwa Polda Gorontalo menyambut baik rencana ini dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.

“Polda mendukung penuh karena melihat Pasar Senggol sebagai bagian dari kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.

Pengukuran lapak direncanakan mulai dilakukan pada hari kelima Ramadan.

Namun, keputusan finalnya masih akan dibahas dalam rapat yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Rencana awalnya, pengukuran lapak dimulai hari kelima puasa.

Namun, masih akan kami bahas lebih lanjut. Keputusan resminya nanti akan disampaikan oleh Wali Kota Gorontalo, Pak Adhan, yang baru saja dilantik oleh Presiden,” ungkapnya.

Selain Jalan Raja Eyato, beberapa ruas jalan lain juga akan menjadi lokasi Pasar Senggol tahun ini, yaitu Jalan Jenderal Suprapto, Jalan Jenderal S Parman, Jalan Jenderal Sutoyo, dan Jalan Imam Bonjol.

Haryono berharap Pasar Senggol di Kota Gorontalo dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat selama Ramadan.

Pasar Senggol: Tradisi Ramadan yang Selalu Dinanti

Pasar Senggol merupakan fenomena khas yang selalu muncul di berbagai daerah di Indonesia setiap bulan Ramadan.

Pasar ini dikenal sebagai tempat yang menjajakan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama takjil atau makanan berbuka puasa, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga pernak-pernik khas Ramadan dan Lebaran.

Nama "Pasar Senggol" muncul karena suasana pasar yang selalu ramai dan padat. Pengunjung yang datang dalam jumlah besar sering kali harus berdesakan atau "saling senggol" saat berbelanja.

Suasana ini menjadi ciri khas tersendiri, menciptakan pengalaman belanja yang unik dan penuh interaksi sosial.

Di beberapa kota, Pasar Senggol tidak hanya dikunjungi oleh warga lokal, tetapi juga menarik wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Ramadan yang khas.

Pasar ini menjadi bagian dari budaya dan tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu.

Pasar Senggol bisa ditemukan hampir di setiap kota besar maupun kecil di Indonesia.

Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam menggelar pasar ini, baik dari segi jenis makanan yang dijual, lokasi, hingga aturan penyelenggaraannya.

Misalnya, di Gorontalo, Pasar Senggol tahun 2025 direncanakan dimulai lebih awal dari biasanya, yaitu sejak pekan pertama Ramadan.

Selain menjadi pusat ekonomi musiman bagi pedagang kecil, Pasar Senggol juga menjadi simbol kebersamaan dan keberkahan Ramadan.

Keberadaannya memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang, mulai dari pedagang kaki lima, pengusaha makanan, hingga masyarakat yang membutuhkan tempat belanja murah dan lengkap selama bulan suci.

Meski demikian, dengan jumlah pengunjung yang tinggi, penyelenggara Pasar Senggol di berbagai daerah juga berupaya memastikan kelancaran acara dengan mengatur lalu lintas, kebersihan, serta aspek keamanan agar semua pihak bisa menikmati suasana pasar dengan nyaman.

Dengan segala keunikan dan manfaatnya, tak heran jika Pasar Senggol selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya sebagai bagian dari tradisi Ramadan yang penuh warna.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved