Universitas Negeri Gorontalo

Hemat Ongkos, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo Pilih Bus Kampus Meski Harus Berdiri

Bus kampus menjadi pilihan utama bagi banyak mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo untuk perjalanan antar kampus

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Fiya Dedes
BUS KAMPUS -- Hemat Ongkos, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo Pilih Bus Kampus Meski Harus Berdiri 

Penulis: Fiya Dedes, Mahasiswa Magang UNG

TRIBUNGORONTALO.COM – Bus kampus menjadi pilihan utama bagi banyak mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo untuk perjalanan antar kampus karena biayanya yang terjangkau.

Meskipun hemat, ada beberapa kendala yang harus dihadapi selama perjalanan.

Seperti yang dialami oleh Fitri, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) asal Banggai Laut.

Tinggal di kontrakan membuat Fitri harus sering bepergian dari Kampus 1 ke Kampus 4 menggunakan bus. Ia mengaku hampir setiap hari menggunakan bus karena lebih praktis dan hemat.

“Sehari cuma habis Rp 4.000 saja. Kalau dihitung-hitung, naik bus jauh lebih hemat dibandingkan pakai motor,” ujarnya, Rabu (19/02/2025).

Namun, ia mengakui harus mempersiapkan diri lebih awal agar tidak ketinggalan bus atau kehabisan tempat duduk.

“Satu jam sebelum jam kuliah sudah harus siap, dan 30 menit sebelumnya sudah harus di Kampus 1 untuk tunggu bus,” tambahnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh Elsa Ekaputri Utina, mahasiswa semester enam Jurusan Matematika yang tinggal bersama orang tuanya.

Ia juga memilih bus kampus sebagai moda transportasi utama ke Kampus 4.

“Setiap perjalanan hanya habis Rp 4.000. Kalau dapat tempat duduk, perjalanan jadi lebih nyaman dan bisa istirahat. Tapi kalau tidak dapat, harus berdiri sepanjang perjalanan,” ujarnya.

Meski pernah mempertimbangkan menggunakan motor, Elsa merasa lebih nyaman naik bus karena jarak yang jauh dan risiko kecelakaan.

Namun, ia menyoroti perlunya perbaikan rute bus agar lebih efisien. “Kalau rutenya bisa melewati JDS, mungkin lebih cepat dan tidak terlalu memutar,” usulnya.

Keduanya berharap pihak kampus dapat menambah jumlah bus dan memperbaiki jadwal keberangkatan. “Kalau bisa, bus berangkat setiap 30 menit agar tidak terlalu penuh dan mahasiswa tidak terburu-buru,” harap Fitri.

Dengan berbagai tantangan yang ada, bus kampus tetap menjadi pilihan utama bagi mahasiswa UNG untuk menekan biaya perjalanan dan mengurangi kelelahan dalam perjalanan sehari-hari.

Mereka berharap perbaikan layanan dapat segera dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved