Jumat, 13 Maret 2026

Berita Viral

ASN di Papua Tendang Siswa yang Demo Tolak Makan Bergizi Gratis, Kini Menyesal dan Minta Maaf

Ribuan pelajar diketahui tengah menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah di Papua dalam aksi bernama Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto ASN di Papua Tendang Siswa yang Demo Tolak Makan Bergizi Gratis, Kini Menyesal dan Minta Maaf
Tangkap Layar TikTok/weak03aluak
ASN TENDANG SISWA - Siswa SMP di Nabire gara-gara ikut demo tolak program makan bergizi gratis pada Senin (17/2/2025). Aksi demo tersebut guna menolak program makan bergizi gratis yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran. 

"Kamu ini masih anak-anak kecil ini, masih ingusan," ucap sang ASN.

Dalam video yang berbeda, terlihat momen Viktor Tebai memberikan nasehat kepada para pelajar.

Viktor meminta para siswa SMP dan SMA belajar saja di sekolah alih-alih ikut demonstrasi.

"Orang tua itu suruh kalian belajar, cari uang itu setengah mati," tutur Viktor.

Lagipula kata Viktor, kebijakan presiden tidak bisa diganggu gugat, apalagi oleh pelajar.

"Jadi kebijakan Presiden Republik Indonesia itu tidak bisa dilawan oleh siapapun, termasuk ibu kepala dinas, termasuk sekretaris, termasuk kapolres, termasuk wakil presiden, saya tidak bisa lawan. Presiden Republik Indonesia itu orang nomor satu di republik ini," pungkas Viktor.

Setelah aksinya menendang dan menginjak siswa SMP viral, Viktor Tebai mengurai klarifikasi.

Dalam akun TikTok @callmynayakh, video diduga Viktor Tebai memberikan klarifikasi, baru-baru ini dibagikan.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Baru Saja Dilantik, Sopir Bentor Pangkalan Ini Ingin Ojek Online Dihapuskan

Dalam video berdurasi singkat tersebut , diduga Viktor mengurai alasannya marah kepada para pelajar.

"Saya sebagai salah satu orang tua dari Dinas Pendidikan berlatar belakang guru, dengan karakter saya sebagai orang pedalaman, tadi memang saya ada marah anak-anak menasehati," ungkap Viktor.

Namun ditegaskan Viktor, ia sama sekali tidak menendang dan menginjak pelajar tersebut.

"Isu yang sedang beredar bahwa saya injak kaki, itu tidak benar dan itu hoaks."

"Karena di video itu saya tidak berdiri lurus ke bawah baru injak, tapi kaki saya, saya ada buang ke samping sana, lalu sepatu itu saya kasih kena seragam SMP."

"Lalu saya bilang, 'Kamu anak SD, SMP, pakai seragam SMP, kenapa kamu gabung dengan adik-adik. Terjadi apa-apa nanti itu beban ada di orang tua, guru di sekolah dan lain-lain,' kata saya tadi," beber Viktor.

Dilansir dari Tribun Papua, karena menuai sorotan, Viktor pun buka suara untuk membuat klarifikasi.

Sumber: TribunJatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved