Berita Viral
ASN di Papua Tendang Siswa yang Demo Tolak Makan Bergizi Gratis, Kini Menyesal dan Minta Maaf
Ribuan pelajar diketahui tengah menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah di Papua dalam aksi bernama Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Aksi-Demo-Siswa-di-Papua-sdj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Aksi demo tersebut guna menolak program makan bergizi gratis yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ribuan pelajar diketahui tengah menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah di Papua dalam aksi bernama Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).
Lewat unjuk rasa tersebut, para siswa dari tingkat SMP dan SMA menggelar demo di delapan wilayah Kota dan Kabupaten di Papua.
Ribuan pelajar tersebut meminta agar pemerintah fokus pada pendidikan gratis saja, ketimbang makan bergizi gratis.
"Kami menolak makanan gratis, kalau bisa gratiskan pendidikan," kata Koordinator Aksi, Ainus Yalak, dilansir dari Tribun Papua.
Baca juga: Dua Pedagang di Gorontalo Berharap Bantuan UMKM ke Kepala Daerah yang Telah Dilantik
"Hentikan pemaksaan pembagian makanan dengan melibatkan militer dan kepolisian di sekolah-sekolah kami," ujar orator aksi yang lain.
Sementara itu, beberapa pelajar yang menggelar demo di wilayah Nabire, Papua Tengah, justru bernasib memilukan.
Pelajar SMP dan SMA tersebut sempat ditahan di Polres Nabire setelah aksi.
Terkait penahanan tersebut, Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengurai fakta.
Bahwa para pelajar bakal segera dipulangkan setelah didata.
"Data ini, selanjutnya kita akan laporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, untuk dilanjutkan ke kepala sekolah masing-masing mereka masing-masing," ujar dia.
"Lalu nanti seperti apa ke depan, kami kembalikan kepada Dinas Pendidikan," imbuh AKBP Samuel Tatiratu.
Di sisi lain, aksi oknum aparatur sipil negara (ASN) yang menendang dan menginjak tubuh siswa SMP di Nabire, Papua, juga tengah menjadi sorotan di medsos.
Identitas dari ASN tersebut pun belakangan terkuak.
Aksi yang dilakukan sang ASN membuat publik geram.