Selasa, 3 Maret 2026

Berita Nasional

Pemerintah Minta Warga Indonesia yang Pergi ke Luar Negeri Tak Usah Balik Lagi, Ini Penjelasannya

Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Ketenagakerjaan minta Warga Negara Indonesia yang pergi ke luar negeri tak usah balik lagi.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Pemerintah Minta Warga Indonesia yang Pergi ke Luar Negeri Tak Usah Balik Lagi, Ini Penjelasannya
Kompas.com/Nirmala Maulana
VIRAL #KABURAJADULU - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Inilah respons sejumlah pejabat tentang tagar #KaburAjaDulu mengenai WNI yang ke luar negeri diminta untuk tak balik lagi 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) minta Warga Negara Indonesia (WNI) yang pergi ke luar negeri tak usah balik lagi.

Hal itu dilakukan agar menghindarkan Indonesia dari praktik-praktik luar negeri yang tak sesuai dengan peraturan maupun budaya kerja di Indonesia.

Dilansir dari Tribunnews.com, Immanuel Ebenezer, Wamenaker mengaku tidak ingin ada pihak yang sudah pergi ke luar negeri, justru tak bisa pulang lalu menyalahkan pemerintah.

Baca juga: Instagram Hadirkan Tombol Semacam Dislike di Postingan, Masih Uji Coba

"Jangan sampai nanti, kawan-kawan yang pergi ke luar sana semangatnya mau pergi. Pas nggak mampu pulang, bikin video itu 'Pak pemerintah tolong kami, nggak bisa pulang, pak," tutur Noel.

Pria yang akrab disapa Noel ini mempersilakan WNI yang ingin berkarir di luar negeri tak perlu kembali ke Indonesia.

"Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi," ungkap Noel di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (17/2/2025), seraya tertawa, dikutip dari Kompas.com.

Dia pun menjelaskan beberapa isi dalam kesepakatan tersebut seperti pemberantasan praktek calo tenaga kerja di wilayah industri."

"Kedua, bagaimana mengatasi preman-preman atau LSM-LSM atau ormas-ormas ini yang kerjaannya selalu meras," katanya dikutip dari YouTube tvOne, Kamis (19/2/2025).

Baca juga: Elon Musk Luncurkan Grok 3, AI Super Cerdas yang Siap Bersaing dengan ChatGPT dan DeepSeek

Dari pernyataannya inilah kemudian muncul tagar #KaburAjaDulu.

Dia menduga orang tersebut bukanlah awak media, tetapi salah satu pegawai dari Kemendes.

Noel menyebut orang itu terus mencecarnya terkait tagar tersebut.

"Jadi, setelah MoU, kita jalan keluar lalu ngobrol dan ada satu orang dia bertanya ke saya (terkait tagar #KaburAjaDulu)."

"Biasanya kalau kawan-kawan media, dia akan buka identitasnya dulu, kemudian dia bertanya. Tapi, ini nggak ada, jadi dikejar terus. Saya kira itu humas dari Kementerian Desa," kata Noel.

Kendati demikian, Noel tidak mempermasalahkan terkait pernyataannya tersebut. 

Dia menegaskan tetap bertanggung jawab atas pernyataanya itu.

Baca juga: Bongkar Pungli Dana PIP, Sejumlah Siswa SMA Cirebon jadi Serangan Intimidasi Guru

"Ya nggak apa-apalah. Saya bertanggung jawab atas pernyataan saya," ujarnya singkat.

Noel menilai tagar #KabarAjaDulu memunculkan pesimisme di masyarakat. 

"Hashtag-hashtag enggak apa-apalah, masa hashtag kita peduliin," ujar Noel.

Namun perbedaan pernyataan disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassrieli.

Dia menilai munculnya tagar tersebut menjadi tantangan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Ini tantangan buat kita kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami," ujar Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. 

Baca juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang, Termasuk Kades Kohod Arsin

Ia tidak memungkiri bahwa kesempatan bagi WNI untuk bekerja di luar negeri memang terbuka. 

Yassierli pun tak masalah apabila WNI ingin bekerja di luar negeri lalu kembali ke Indonesia demi membangun negeri. 

"Tanggapannya, ya itu ini kan netizen terkait dengan kabur saja. Memang di satu sisi saya lihat kesempatan kerja di luar memang ada ya. Jadi semangatnya bukan kabur sebenarnya," ujar Yassierli

"Jadi kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri, kemudian, kembali ke Indonesia bisa membangun negeri ya tidak masalah," sambungnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved