Kabur Aja Dulu
Hastag Kabur Aja Dulu Ramai, Kemlu Bagikan Tips Untuk Warga Indonesia yang Mau Kerja di Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri membagikan sejumlah tips bagi mereka yang ingin bekerja dan mencari penghidupan di luar negeri secara aman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Paspor-dhfdcdsbcns.jpg)
"Sehingga rasanya jargon itu tidak bisa dikaitkan begitu saja kalau ada yang mengaitkan," katanya.
Lestari mencatat saat ini situasi telah berubah di mana anak-anak muda melihat dunia yang tanpa batas, tidak ada lagi sekat-sekat.
Hal itu, lanjut dia, memungkinkan mereka kemudian "berkelana".
Bagi dia, hal tersebut sah-sah saja selama memang dilakukan dalam konteks mencari kehidupan yang lebih baik tanpa kehilangan jati dirinya sebagai manusia Indonesia.
Namun, menurutnya, belakangan ini semangat dari tren #KaburAjaDulu lebih kepada ajakan untuk melarikan diri dan pergi dari hal yang mereka tidak ingin hadapi.
Sindiran-sindiran yang ada di media sosial, terkesan mengarah kepada kekecewaan mereka terhadap situasi.
Menurutnya, hal itu patut dijadikan otokritik yang harus menimbulkan pertanyaan perihal sudah atau belumkah negara menjamin pemenuhan hak atas pekerjaan dan penghidupan layak serta apakah semua pihak betul-betul bisa melihat dan memperhatikan dimensi kemanusiaan dalam setiap kebijakan publik yang ada.
"Bisa jadi ini sekadar 'fenomena'. Dan kita tahu kekuatan sosial media kadang-kadang mengalahkan realitas, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata dan harus berhati-hati," ungkapnya.
"Jangan sampai kemudian tiba-tiba sesuatu yang sebetulnya tidak ada, dan tiba-tiba saja ternyata generasi muda kita memang memilih lebih baik meninggalkan Indonesia karena melihat mereka tidak memiliki masa depan lagi di sini," lanjut dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com