Rabu, 25 Maret 2026

Gorontalo Utara

Jalur Alternatif Tanpa Lewati Tanjakan Berbahaya Pontolo Gorontalo Utara, Sayangnya tak Rampung

Rawan kecelakaan, tanjakan ini telah merenggut nyawa dalam beberapa kecelakaan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jalur Alternatif  Tanpa Lewati Tanjakan Berbahaya Pontolo Gorontalo Utara, Sayangnya tak Rampung
FOTO: Efriet S Mukmin, TribunGorontalo.com
KONDISI JALAN- Jalan Alternatif tanjakan Pontolo belum selesai, pengendara berharap jalan ini bisa cepat tuntas agar mengurangi resiko kemacetan dan kecelakaan yang ada di Desa Pontolo Kecematan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (18/2/2025). Foto: Efriet Mukmin 

"Tanjakan Pontolo ini sangat rawan, jadi kami biasanya menunggu dulu dan mendinginkan kampas rem sebelum melanjutkan perjalanan," ujar Zukifli.

Dia berharap agar jalan alternatif ini bisa segera dituntaskan, untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.

Terkait dengan pembangunan jalan ini, Staf PUPR Gorontalo Utara, Irfan Harahap, menjelaskan bahwa meskipun jalan ini sudah tembus, aspalnya belum merata dan masih membutuhkan penyelesaian.

"Jalan ini sudah diambil statusnya oleh balai jalan, bahkan tahun lalu sudah ada mobil yang melewatinya. Perencanaan dan anggaran sudah ada, tapi anggaran PUPR mengalami pemotongan karena adanya instruksi presiden terkait efisiensi," terang Irfan.

Menurutnya, jalan ini akan segera diambil alih statusnya menjadi jalan nasional, karena dari segi teknis jalan ini sudah memenuhi syarat, termasuk lebar jalan yang cukup.

"Kami ingin jalan ini cepat selesai, namun dengan anggaran yang terbatas, kami mengusulkan statusnya menjadi jalan nasional," ujar Irfan.

Jalan yang menghubungkan Desa Pontolo Atas dengan Desa Ombulodata hanya kurang dari 300 meter lagi yang perlu diselesaikan.

Meski demikian, kenyamanan bagi pengendara belum dapat sepenuhnya dinikmati.

Irfan menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan jalan ini sekitar Rp 400 miliar, dan meskipun beberapa bagian sudah dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN), prioritas untuk menjadikannya jalan nasional sangat besar.

Masyarakat dan pengendara setempat kini berharap agar jalur alternatif ini dapat segera dituntaskan, demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan mereka. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved