Kamis, 26 Maret 2026

Gorontalo Utara

Jalur Alternatif Tanpa Lewati Tanjakan Berbahaya Pontolo Gorontalo Utara, Sayangnya tak Rampung

Rawan kecelakaan, tanjakan ini telah merenggut nyawa dalam beberapa kecelakaan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jalur Alternatif  Tanpa Lewati Tanjakan Berbahaya Pontolo Gorontalo Utara, Sayangnya tak Rampung
FOTO: Efriet S Mukmin, TribunGorontalo.com
KONDISI JALAN- Jalan Alternatif tanjakan Pontolo belum selesai, pengendara berharap jalan ini bisa cepat tuntas agar mengurangi resiko kemacetan dan kecelakaan yang ada di Desa Pontolo Kecematan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (18/2/2025). Foto: Efriet Mukmin 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tanjakan Pontolo, yang terletak di Desa Pontolo, Gorontalo Utara, dikenal sebagai salah satu jalur berbahaya bagi pengendara. 

Rawan kecelakaan, tanjakan ini telah merenggut nyawa dalam beberapa kecelakaan yang terjadi dalam setahun terakhir.

Baru-baru ini, sebuah kecelakaan tragis terjadi, melibatkan sopir mobil bermuatan BBM yang tewas terjepit akibat rem blong.

Namun, bagi pengendara yang melintasi area ini, ada kabar baik.

Baca juga: Martunis Tanggapi Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Kupang NTT, Anak Angkat CR7: Belum Konkret

Sebuah jalur alternatif kini tersedia, memungkinkan mereka untuk menghindari tanjakan berbahaya tersebut.

Jalur alternatif ini terletak di lingkar luar tanjakan Pontolo, mengarah ke jalan bypass Desa Ombulodata.

Jalur ini memberikan solusi aman untuk para pengendara yang ingin menghindari risiko kecelakaan.

Meski demikian, jalur alternatif tersebut belum sepenuhnya rampung.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, jalan ini masih memiliki dua ruas dengan sebagian besar bagian aspal yang belum selesai.

Sekitar 100 meter dari jalan Trans Sulawesi, bagian aspalnya baru saja terpasang.

Namun, kondisinya di ujung aspal yang belum sempurna cukup memprihatinkan.

Baca juga: Puluhan Anak SD Diduga Racik Minuman Keras Oplosan Es Moni

Sebab kini menjadi tempat pembuangan sampah dan area yang digunakan ternak untuk mencari makan.

Selain itu, jalan ini juga dipenuhi bebatuan dan terlihat aliran air kecil yang mengalir dari pegunungan, menyulitkan pengendara yang melintasinya.

Meski begitu, para pengendara yang telah mencoba jalur alternatif ini berharap agar segera diselesaikan.

Zukifli, seorang kernet dan sopir truk yang sedang beristirahat, mengungkapkan betapa berbahayanya tanjakan Pontolo bagi pengendara.

"Tanjakan Pontolo ini sangat rawan, jadi kami biasanya menunggu dulu dan mendinginkan kampas rem sebelum melanjutkan perjalanan," ujar Zukifli.

Dia berharap agar jalan alternatif ini bisa segera dituntaskan, untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.

Terkait dengan pembangunan jalan ini, Staf PUPR Gorontalo Utara, Irfan Harahap, menjelaskan bahwa meskipun jalan ini sudah tembus, aspalnya belum merata dan masih membutuhkan penyelesaian.

"Jalan ini sudah diambil statusnya oleh balai jalan, bahkan tahun lalu sudah ada mobil yang melewatinya. Perencanaan dan anggaran sudah ada, tapi anggaran PUPR mengalami pemotongan karena adanya instruksi presiden terkait efisiensi," terang Irfan.

Menurutnya, jalan ini akan segera diambil alih statusnya menjadi jalan nasional, karena dari segi teknis jalan ini sudah memenuhi syarat, termasuk lebar jalan yang cukup.

"Kami ingin jalan ini cepat selesai, namun dengan anggaran yang terbatas, kami mengusulkan statusnya menjadi jalan nasional," ujar Irfan.

Jalan yang menghubungkan Desa Pontolo Atas dengan Desa Ombulodata hanya kurang dari 300 meter lagi yang perlu diselesaikan.

Meski demikian, kenyamanan bagi pengendara belum dapat sepenuhnya dinikmati.

Irfan menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan jalan ini sekitar Rp 400 miliar, dan meskipun beberapa bagian sudah dialokasikan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN), prioritas untuk menjadikannya jalan nasional sangat besar.

Masyarakat dan pengendara setempat kini berharap agar jalur alternatif ini dapat segera dituntaskan, demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan mereka. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved