Selasa, 10 Maret 2026

Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Jumat Sore 14 Februari 2025: Ini Dampak dan Langkah Mitigasinya

Gempa dengan magnitudo 2,8 ini mungkin tidak menimbulkan dampak langsung, tetapi menjadi pengingat bahwa NTB termasuk dalam kawasan seismik aktif.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Jumat Sore 14 Februari 2025: Ini Dampak dan Langkah Mitigasinya
BMKG
GEMPA BUMI - Terjadi gempa bumi pada 14 Feb 2025, 15:22:13. Gempa bumi menggungcang wilayah NTT. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 2,8 terjadi pada Jumat (14/2/2025) pukul 15:15 WITA di wilayah selatan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 8,31° Lintang Selatan dan 118,64° Bujur Timur dengan kedalaman 165 km.

Dengan pusat gempa yang terletak di laut, sekitar 165 km dari Bima, gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah karena terjadi di kedalaman lebih dari 100 km.

Baca juga: BREAKING NEWS: Faisal Lahay Jalani Sidang Kasus Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone Gorontalo

Gempa dengan kedalaman menengah seperti ini biasanya tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.

Energinya cenderung merambat lebih luas, tetapi melemah sebelum mencapai permukaan.

Oleh karena itu, gempa ini kemungkinan besar tidak dirasakan oleh masyarakat di Bima dan sekitarnya serta tidak menimbulkan kerusakan bangunan.

Namun, BMKG tetap mengingatkan bahwa meskipun kecil, gempa ini menunjukkan aktivitas tektonik yang terus berlangsung di wilayah NTB, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi.

Hubungan Kedalaman dan Magnitudo Gempa

Gempa Dangkal (0–60 km): Cenderung menyebabkan kerusakan karena terjadi dekat dengan permukaan.

Gempa Menengah (60–300 km): Getarannya lebih luas tetapi efek destruktifnya lebih kecil.

Gempa Dalam (di atas 300 km): Biasanya hanya dirasakan lemah di permukaan dan jarang menyebabkan kerusakan.

Baca juga: 8 Pengendara di Gorontalo jadi Korban Jalan Berlubang Jembatan Boalemo

Dalam kasus gempa Bima ini, kedalaman 165 km menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas di zona subduksi, di mana lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

Upaya Mitigasi Gempa

Meskipun gempa ini tidak berdampak signifikan, masyarakat di wilayah rawan gempa tetap harus waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi:

Edukasi dan SosialisasiMasyarakat perlu memahami potensi gempa dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi guncangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved