Gempa Bumi
Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Jumat Sore 14 Februari 2025: Ini Dampak dan Langkah Mitigasinya
Gempa dengan magnitudo 2,8 ini mungkin tidak menimbulkan dampak langsung, tetapi menjadi pengingat bahwa NTB termasuk dalam kawasan seismik aktif.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Terjadi-gempa-bumi-pada-14-Feb-2025-152213-Gempa-bumi-menggungcang-wilayah-NTT.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dengan magnitudo 2,8 terjadi pada Jumat (14/2/2025) pukul 15:15 WITA di wilayah selatan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 8,31° Lintang Selatan dan 118,64° Bujur Timur dengan kedalaman 165 km.
Dengan pusat gempa yang terletak di laut, sekitar 165 km dari Bima, gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah karena terjadi di kedalaman lebih dari 100 km.
Baca juga: BREAKING NEWS: Faisal Lahay Jalani Sidang Kasus Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone Gorontalo
Gempa dengan kedalaman menengah seperti ini biasanya tidak menimbulkan dampak signifikan di permukaan.
Energinya cenderung merambat lebih luas, tetapi melemah sebelum mencapai permukaan.
Oleh karena itu, gempa ini kemungkinan besar tidak dirasakan oleh masyarakat di Bima dan sekitarnya serta tidak menimbulkan kerusakan bangunan.
Namun, BMKG tetap mengingatkan bahwa meskipun kecil, gempa ini menunjukkan aktivitas tektonik yang terus berlangsung di wilayah NTB, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi.
Hubungan Kedalaman dan Magnitudo Gempa
Gempa Dangkal (0–60 km): Cenderung menyebabkan kerusakan karena terjadi dekat dengan permukaan.
Gempa Menengah (60–300 km): Getarannya lebih luas tetapi efek destruktifnya lebih kecil.
Gempa Dalam (di atas 300 km): Biasanya hanya dirasakan lemah di permukaan dan jarang menyebabkan kerusakan.
Baca juga: 8 Pengendara di Gorontalo jadi Korban Jalan Berlubang Jembatan Boalemo
Dalam kasus gempa Bima ini, kedalaman 165 km menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas di zona subduksi, di mana lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Upaya Mitigasi Gempa
Meskipun gempa ini tidak berdampak signifikan, masyarakat di wilayah rawan gempa tetap harus waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi:
Edukasi dan SosialisasiMasyarakat perlu memahami potensi gempa dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi guncangan.
| Terkini! Gempa Bumi Sabtu Siang ini 07 Maret 2025, Cek Kedalaman |
|
|---|
| Gempa Boalemo Jumat Sore Ini 6 Maret 2026 Terasa Hingga ke Gorontalo Utara |
|
|---|
| Breaking News! Baru Saja Gempa Bumi Terjadi di Gorontalo, Kedalaman Hanya 15 Km |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Jumat Dini Hari 06 Maret 2026, Ini Fakta Lokasi dan Kedalamannya |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi! Gempa Bumi di Pesisir Jawa Sabtu 28 Februari 2026, Kedalaman 10 Km |
|
|---|