Selasa, 24 Maret 2026

Suami Tikam Istri di Pohuwato

BREAKING NEWS: Suami Tikam Istri hingga Tewas di Pohuwato Gorontalo, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Seorang pria bernama berinisial UB atau akrab disapa Ulfan (49) menikam istrinya hingga tewas.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Suami Tikam Istri hingga Tewas di Pohuwato Gorontalo, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi
Kolase TribunGorontalo.com/Tangkapan layar FB
SUAMI TIKAM ISTRI - Seorang pria menusuk istrinya di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Minggu (9/2/2025) dini hari WITA. Aksi pelaku diketahui oleh anaknya yang mendengar suara teriakan korban. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pria berinisial UB atau akrab disapa Ulfan (49) menikam istrinya hingga tewas.

Berdasarkan informasi dihimpun TribunGorontalo.com, korban adalah Cindra Dehula (38), warga Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.

‌Insiden ini terjadi sekira pukul 04.00 WITA, Minggu (9/2/2025).

Pelaku diduga cemburu hingga mencurigai korban memiliki selingkuhan.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu anak korban, AB.

AB menduga ayahnya cemburu karena pernah memergoki sang ibu menerima telepon dari seorang pria asal Pacitan, Jawa Timur.

Kronologi

Dari informasi yang ramai beredar di media sosial, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh AB.

AB terbangun dari tidurnya usai mendengar teriakan dari kamar orang tuanya.

AB lantas bergegas ke kamar sebelah.

Betapa terkejutnya ia mendapati ibunya bersimbah darah.

AB langsung menyadari bahwa itu perbuatan ayahnya. Sebab AB melihat ayahnya sedang memegang pisau.

Tak lama berselang, pelaku meninggalkan rumah seolah tak terjadi apa-apa.

Sementara itu, menurut Camat Randangan, Saharudin Saleh, pelaku telah menyerahkan diri ke Polres Pohuwato.

Saharudin menyebut pelaku sempat menyambangi Kantor Desa Ayula, pada Jumat (7/2/2025).

UB kala itu mengaku memiliki masalah rumah tangga.

Baca juga: Lengkapi Surat-surat Kendaraan, Ada Operasi Otanaha Gorontalo Mulai Besok 10 Februari

UB ingin bertemu kepala desa Ayula tapi sang kades berada di Kota Gorontalo.

Menurut Saharudin, terjadi perselisihan antara pelaku dan korban sesaat sebelum insiden penusukan terjadi.

Karena tak sanggup membendung emosinya, UB langsung mengujam dada korban menggunakan pisau dapur.

Korban lantas berteriak dan ditemukan oleh anaknya dalam kondisi terluka parah.

Korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat namun ia  akhirnya meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat delapan luka tusukan di bagian dada korban.

Hingga berita ini diterbitkan, TribunGorontalo.com masih mencari informasi detail perihal insiden ini. 

KASUS SERUPA:  Sopir Travel Asal Gorontalo Tewas Ditikam

SOSOK KORBAN - Azriel Billyford Waruis dimakamkan di Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (4/2/2025). Azriel merupakan sopir rental yang kerap mengantarjemput penumpang dari Gorontalo menuju Sulawesi Utara.
SOSOK KORBAN - Azriel Billyford Waruis dimakamkan di Desa Tenggela, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (4/2/2025). Azriel merupakan sopir rental yang kerap mengantarjemput penumpang dari Gorontalo menuju Sulawesi Utara. (TribunGorontalo.com/FB/ist)

Kasus penikaman yang menghebohkan juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Seorang pria berinisial sopir travel asal Gorontalo tewas ditikam penumpangnya.

Korban diketahui bernama Azriel A Billyford Waruis, warga Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Diketahui insiden ini terjadi pada Senin (3/2/2025) sore.

Azriel membawa sekitar delapan penumpang di Gorontalo, salah satunya Stiv (pelaku).

Penumpang semuanya menuju Sulawesi Utara.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku dijemput taksi sekira pukul 08.00 WITA, Senin (3/2/2025).

Setibanya di Minahasa Utara, sopir menurunkan barang bawaan. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Bitung.

Korban kemudian mengajak seorang temannya. Mereka sempat singgah di pangkalan sebelum akhirnya kembali ke wilayah Tondano. 

Sekira pukul 16.30 WITA, mereka tiba di Kelurahan Wulauan, Kecamatan Tondano Utara, Minahasa. Sopir lalu menurunkan satu penumpang yaitu Stiv.

Penumpang pria itu lalu pamit mengambil uang di rumahnya.

Namun setelah sekian lama menunggu, sopir pun turun dari mobilnya.

Sang sopir berdiri di bahu jalan sembari melihat ke arah lorong yang dimasuki penumpang tadi.

Beberapa saat kemudian, penumpang itu datang tapi tidak memberikan uang yang dijanjikan.

Alih-alih membayar ongkos jalan, pelaku justru menikam sang sopir berkali-kali menggunakan pisau dapur.

Adapun sang sopir meninggal dunia akibat luka tusukan di organ vitalnya.

ementara itu, pelaku kini telah diamankan di Polsek Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Senin (3/2/2025) malam.

Dalam sebuah tayangan video yang dibagikan di media sosial Facebook, pelaku dikenal dengan nama Stiv.

Stiv dimintai keterangan perihal perjalanan hingga berujung penikaman.

Pelaku terpengaruh obat-obatan

Pelaku ternyata sempat menelan obat-obatan sebelum kejadian.

Hal ini terungkap saat Stiv diinterogasi sejumlah anggota polisi di Polsek Remboken.

Menurut pengakuannya, Stiv sempat menelan dua butir obat sesaat sebelum dirinya dijemput sopir.

Di saat obat mulai bereaksi, kendaraan yang ditumpangi Stiv akhirnya tiba di tempat tujuan.

Stiv menyebut dirinya sempat meminta uang kepada ibunya.

Namun dirinya tak terima karena sang sopir meminta ongkos sebesar Rp100 ribu.

Stiv pun cekcok dengan sopir masalah harga tersebut.

Tak lama berselang, Stiv menusuk korban menggunakan pisau dapur yang dibawa dari rumahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved