Berita Boalemo
Bendung Paguyaman Gorontalo, Wisata Alam Tersembunyi di Boalemo
Keindahan bendungan ini semakin terasa dengan pemandangan sungai yang memukau dari atas jembatan.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bendung Paguyaman yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menyimpan sejuta keindahan alam yang menakjubkan.
Keindahan bendungan ini semakin terasa dengan pemandangan sungai yang memukau dari atas jembatan.
Dari hasil pantauan di lokasi, bendungan ini terlihat kokoh dan sangat besar.
Dibangun sekitar tahun 2005 dan diresmikan pada tahun 2010, Bendung Paguyaman mengairi lahan seluas 2.704 hektar di Kabupaten Gorontalo, serta 4.176 hektar lainnya dialirkan ke Kecamatan Wonosari dan Paguyaman.
Baca juga: Warga Kayu Bulan Keluhkan Bantuan Banjir Tak Kunjung Diterima, BPBD Kabupaten Gorontalo Membantah
Selain berfungsi sebagai sumber irigasi, Bendung Paguyaman juga menjadi objek wisata tersembunyi yang menawarkan panorama alam yang menenangkan.
Beberapa spot foto telah disediakan untuk para pengunjung yang ingin mengabadikan momen dengan latar belakang keindahan alam.
Tak hanya itu, pengunjung tidak dipungut biaya masuk, dan tersedia area parkir yang luas untuk kenyamanan wisatawan.
Namun, lokasi ini memang cukup jauh dari pusat keramaian.
Dari Bandara Djalaluddin Gorontalo, perjalanan menuju bendungan ini membutuhkan waktu sekitar tiga jam dengan mobil.
Meskipun perjalanan cukup panjang, pemandangan sepanjang jalan yang dihiasi aliran sungai jernih memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelancong.
Danur Hamsah, salah satu pengunjung yang singgah di Bendung Paguyaman, mengungkapkan bahwa tempat ini layak disebut sebagai wisata tersembunyi yang menawarkan ketenangan.
Baca juga: Visi Misi Gusnar Ismail - Idah Syaidah Sudah Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Terpilih Gorontalo
"Suara air yang menenangkan, apalagi berada di kawasan pegunungan, membawa nuansa alami ketika berkunjung ke sini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (6/2/2025).
Meski demikian, Danur menyoroti kondisi akses jalan yang masih rusak dan sulit dilalui.
"Walaupun banyak jalan rusak, tapi ketika sampai di sini, semuanya terbayarkan. Di perjalanan tadi, saya juga sempat disuguhkan pemandangan aliran sungai yang jernih," tambahnya.
Sebagai penutup, Danur berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan infrastruktur, terutama penerangan jalan di sekitar bendungan.
"Harusnya dibuat lebih banyak lampu, karena tempat ini juga merupakan jalur yang menghubungkan dua kabupaten sekaligus," pungkasnya.
Dengan segala keindahannya, Bendung Paguyaman layak menjadi destinasi wisata bagi pencinta alam yang ingin menikmati suasana damai jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.