Berita Gorontalo

Warga Dusun Baleya Gorontalo Terancam Tenggelam, Bupati Bone Bolango Imbau Begini

imbauan ini muncul di tengah kekhawatiran atas dampak aliran sungai yang terus menggerus lahan dan mengancam pemukiman warga.

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
SUNGAI BONE: Sungai Bone tepatnya di kawasan Suwawa, Bone Bolango, Gorontalo, keluar dari jalur semestinya. Satu dusun terancam tenggelam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango – Ancaman bencana mengintai warga Dusun Baleya, Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa, Gorontalo, seiring dengan semakin meluasnya aliran sungai baru yang muncul di kawasan tersebut. 

Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, dengan tegas mengimbau warga agar tidak membangun rumah di bantaran sungai.

"Saya mengimbau warga jangan membangun rumah di bibir sungai dan jangan membuang sampah sembarangan," ujar Merlan Uloli dalam pernyataannya baru-baru ini.

Imbauan ini muncul di tengah kekhawatiran atas dampak aliran sungai yang terus menggerus lahan dan mengancam pemukiman warga.

Tidak hanya itu, ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk segera melakukan penghijauan guna mencegah tanah longsor.

"Aparat kecamatan dan desa harus melakukan penanaman pohon untuk mencegah meluasnya tanah longsor," tambahnya.

Sementara itu, pihak pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo terkait fenomena alam ini.

Ketua Komisi II DPRD Bone Bolango, Sofyan Wahidji, mengungkapkan bahwa BWS Sulawesi II Gorontalo telah mengajukan anggaran untuk normalisasi sungai di kawasan tersebut.

“Memang jalan keluarnya yang disampaikan tadi adalah normalisasi sungai. Itu mereka sudah ajukan anggarannya, tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian PUPR,” jelas Sofyan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BWS Sulawesi II Gorontalo, Senin (3/02/2025).

Pantauan TribunGorontalo.com pada Selasa (28/01/2025) lalu menunjukkan bahwa aliran sungai baru ini telah merusak perkebunan warga sekitar.

Sejumlah tanaman seperti pohon kelapa dan pisang hanyut terbawa arus deras.

Seperti yang dialami Japar Inando, seorang warga Dusun Baleya, yang harus merelakan sebagian besar kebunnya lenyap terbawa arus.

"60 pohon kelapa saya sudah terbawa arus sungai, kini tinggal 20 pohon yang masih ada, itu pun sudah berada dekat di bantaran sungai," ujar Japar kepada TribunGorontalo.com, Selasa (28/1/2025).

Tak hanya lahan pertanian yang terdampak, sungai ini kini semakin mendekati pemukiman warga. Dengan jarak hanya sekitar satu kilometer, suara derasnya arus sungai bahkan sudah terdengar jelas dari rumah-rumah warga.

"Sungai ini sudah dekat sekali dengan pemukiman warga. Kalau dibiarkan terus, dusun ini akan tenggelam," ujar Japar dengan nada khawatir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved