Human Interest Story
Cerita Mumuh Pedagang Crepes Keliling Pertama di Gorontalo: Pernah Disangka Penjual Es
Mumuh berbagi cerita soal pengalamannya pertama kali menjadi pedagang crepes di Gorontalo.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfhdryj5yj.jpg)
"Tahun 2014 saya mulai merintis jualan crepes," ucapnya.
Pada awal merintis, ia banting tulang dari pagi sampai malam berdagang.
Berbekal gerobak, ia berkeliling di Kota Gorontalo untuk menjajakan dagangan itu, menyasar para pelajar di sekolah - sekolah.
Crepes saat itu belum banyak diketahui orang-orang, sehingga menjadi tantangan sendiri bagi Mumuh.
Setelah ia jualan dari pagi sampai siang, sorenya Mumuh akan menuju Taman Kota Gorontalo, dan mangkal di sana hingga malam.
Bahkan pernah, sementara ia mendorong gerobak, ada orang yang menyapa dengan nada teriak dari arah belakang.
Baca juga: LHKPN Raffi Ahmad Tercatat Memiliki Bangunan Senilai Rp737,1 Miliar serta Punya Utang Rp136 Miliar
"Mas, mas, sini," teriak orang itu
Meski jaraknya lumayan jauh, Mumuh pun kemudian bergegas balik arah, menghampiri orang itu.
"Iya, mau pesan berapa?," tanya Mumuh
"Pesan es dua mas," kata orang itu santai menjawab Mumuh
Rupanya orang itu mengira Mumuh lagi sedang berjualan es keliling.
Mumuh hanya bisa tersenyum, dengan nada pelan ia bilang, "Saya jualan crepes," ujarnya.
Saat itu ia tidak tidak meneruskan apa respon orang itu, saat tahu kalau ternyata Mumuh bukanlah penjual es keliling.
Baca juga: Sistem Zonasi di Peneriman Siswa Baru Resmi Berubah Nama Jadi Domisili, Apa Bedanya?
"Padahal waktu itu saya sudah jauh dorong gerobak saat dipanggil, ternyata orang itu malah mau pesan es," katanya sambil terbahak mengenang momen itu
Perjuangannya memang tidak mudah, butuh waktu satu tahun untuk mengenalkan crepes hingga berhasil mendapatkan pelanggan.