Human Interest Story

Cerita Udin Umar Marbot Masjid Agung Baiturahim Gorontalo Utara

Cerita Udin Umar (53) marbot masjid Masjid Agung Baiturahim di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/EFRIET S MUKMIN
Udin Umar, seorang Marbot Masjid sedang membersihkan sampah di Masjid Agung Baiturahim Gorontalo Utara Senin (27/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Udin Umar (53) marbot masjid Masjid Agung Baiturahim di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Udin Umar setiap hari adalah membersihkan masjid Agung Baiturahim

Udin menjadi marbot sekaligus merangkap menjadi pengurus masjid selama 11 tahun

Selain itu, ia juga kadang menjadi muadzin serta jadi imam jika imam berhalangan hadir.

Walaupun penghasilan sebagai marbot masjid tidak besar, Udin tetap bersyukur masih ada pekerjaan.

Udin Umar diberi gaji pemerintah daerah sebesar Rp 950 ribu perbulan

Tanpa ada penolakan, Udin menerimanya dengan ikhlas.

Udin juga bekerja sebagai sopir bencak motor (bentor) untuk menambah penghasilannya.

Setiap pagi dan sore ia bekerja membersihkan masjid kemudian kembali mengendarai bentor.

Udin mengaku pendapatannya menjadi sopir bentor tergantung banyaknya penumpang, hanya Senin dan Kamis banyak penumpang karena hari pasar

"Kadang bisa dapat Rp 60 ribu sehari, jika tidak ada penumpang saya akan kembali ke masjid untuk membersihkan yang kotor-kotor," ujar udin kepada TribunGoronto.com Senin (27/1/2025).

Anak pertama Udin meninggal dunia sedangkan anak kedua sedang duduk dibangku SD.

Perjuangan Udin menjadi kepala rumah tangga membuatnya tetap semangat, membersihkan masjid 2-3 jam lalu menarik bentor

Semua itu dilakukannya dengan ikhlas dan sabar, karena Udin meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.

Udin berpesan jangan pernah mengeluh terhadap pekerjaan, semua disyukuri nanti Allah akan tambah nikmat.

Cerita Umar Hamka, Seorang Penjual Es Cendol di Gorontalo Utara

Umar Hamka Sedang menjual Es cendol di Gorontalo Utara Jum'at (24/1/2025)
Umar Hamka Sedang menjual Es cendol di Gorontalo Utara Jum'at (24/1/2025) (TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)

Umar Hamka (40), seorang penjual cendol di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Meskipun baru setahun lamanya Umar menjalankan usaha ini, namun Umar tak gentar dengan cobaan.

Warga Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara ini biasa mangkal di simpang empat Jalan Bypass, Desa Pontolo.

Sebelumnya, Umar pernah menjadi seorang penjual bakso saat dirinya berada di Manado, Sulawesi Utara.

Umar ingin melanjutkan pekerjaannya itu, namun sayangnya di Kabupaten Gorontalo Utara bahan pembuat bakso masih sangat jarang didapati.

"Sebenarnya saya akan membuka usaha bakso di sini cuman susah mencari bahan-bahan, berbeda jika di kota semua bahan lengkap," ujar Umar kepada TribunGorontalo.com, Jumat (24/1/2025).

Akhirnya usaha itu pun tutup dan digantikan dengan es cendol.

Usaha ini ditekuninya, lambat laun Umar dapat membeli sebuah gerobak yang dipakainya berjualan di pasar.

"Saya memilik dua gerobak, yang satunya sudah berada di pasar tidak dipindah-pindah lagi," ucap Umar.

Jika hari pasar, Umar akan berjualan di pasar sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00 Wita sedangkan gerobak es cendolnya yang berada di Jalan Bypass dikelola istrinya mulai pukul 09:00 hingga 16:00 Wita.

Umar memiliki empat orang anak, si sulung telah menyelesaikan studinya di salah satu Universitas di Manado.

Sedangkan ketiga lainnya masih berstatus pelajar.

Umar berharap anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi dan bisa mengangkat derajat orang tuanya.

Hal ini lah yang membuat Umar tak gentar berjualan es cendol.

Walaupun sehari, Umar bisa mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu, namun itu tergantung pembeli dan tergantung cuaca.

Kata Umar, jika cuaca terik banyak pembeli tapi jika hujan Umar bahkan bisa tak membawa uang sepeserpun.

"Apalagi akhir-akhir ini diguyur hujan, minat orang beli es berkurang, jadi saya cepat pulang jika hujan turun," jelasnya.

Padahal harga es cendolnya hanya Rp 5 ribu dengan lokasi mangkal yang tidak susah buat dicari.

Disamping menjual es cendol, istri Umar pun ikut membantu menambah penghasilan suami dengan membuat kue.

Kue yang dibuat istrinya lalu akan dititipkan ke warung-warung, juga ke gerobak es cendol milik suaminya.

"Ini kue milik istri, ya buat tambah penghasilan," tandasnya.(*/Efriet)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved