Jumat, 6 Maret 2026

Banjir Gorontalo

Warga Korban Banjir di Telaga Jaya Gorontalo Butuh Bantuan Obat dan Makanan

Hariati, yang tinggal di sebuah perumahan yang masih terendam banjir, mengatakan bahwa meski air mulai surut, kondisi di lapangan masih sangat memprih

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Korban Banjir di Telaga Jaya Gorontalo Butuh Bantuan Obat dan Makanan
TribunGorontalo.com
Kondisi terkini banjir di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Warga Desa Buhu dan Desa Hutadaa di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, mendesak pemerintah untuk segera memberikan bantuan makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan setelah banjir besar melanda wilayah tersebut.

Hariati Alli, salah satu warga Desa Buhu yang terdampak banjir, mengungkapkan kebutuhan mendesak warga saat ini.

“Kami butuh selimut, makanan, dan obat-obatan, Pak,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (27/1/2025).

Hariati, yang tinggal di sebuah perumahan yang masih terendam banjir, mengatakan bahwa meski air mulai surut, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan.

Baca juga: Jejak Bulu dan Darah Burung Ditemukan di Mesin Pesawat Jeju Air yang Jatuh di Korea Selatan

“Sekarang masih terendam, Pak, tapi sudah mulai surut,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Manti, warga Desa Buhu lainnya. Ia menyoroti pentingnya obat-obatan, terutama salep untuk mengatasi penyakit kutu air yang kini banyak dialami warga.

“Obat-obatan itu penting, Pak, seperti salep untuk kutu air,” jelas Manti.

Saat ini, ia bersama keluarganya mengungsi di tenda yang disediakan pemerintah, namun mengeluhkan kondisi di tenda yang panas dan penuh sesak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Marzan Yusuf, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi selama enam jam, mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Wita, Rabu (25/1/2025).

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Danau Limboto meluap hingga merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai satu meter,” jelas Marzan.

Ia memaparkan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Limboto, Kecamatan Telaga, Kecamatan Tilango, dan Kecamatan Telaga Jaya. Di Kecamatan Telaga Jaya, Desa Buhu dan Desa Hutadaa menjadi dua desa yang terdampak parah.

Di Desa Buhu, tercatat 130 kepala keluarga (KK) atau 421 jiwa terdampak dengan 80 unit rumah terendam. Sementara itu, di Desa Hutadaa, banjir merendam 70 unit rumah dan memengaruhi 98 KK atau 295 jiwa.

Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini, banjir di beberapa lokasi belum surut sepenuhnya. Sebagian warga masih sibuk membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa banjir.

Di permukiman yang dekat dengan danau, ketinggian air bahkan mencapai setinggi perut orang dewasa, sementara di lokasi lain setinggi betis.

Sebagian besar warga Desa Buhu kini mengungsi di gedung pasar yang diubah menjadi tempat penampungan darurat. Sementara itu, warga Desa Hutadaa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Baca juga: Cerita Rahman Yusuf Seorang Marbot Masjid Baiturahman Limboto Gorontalo Berjuang Hidupi Kelurganya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved