Minggu, 15 Maret 2026

Banjir Gorontalo

50 Rumah di Desa Buhu Gorontalo Masih Terendam Banjir, Warga Memilih Tetap Tinggal

Sebanyak 50 rumah di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo masih terendam banjir pada Senin (27/01/2025)

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 50 Rumah di Desa Buhu Gorontalo Masih Terendam Banjir, Warga Memilih Tetap Tinggal
TRIBUNGORONTALO/ARIANTOPANAMBANG
Banjir di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin 27 Januari 2025 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 50 rumah di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo masih terendam banjir pada Senin (27/01/2025)

Walaupun banjir melanda wilayah tersebut, sebagian warga di desa itu masih bertahan di rumah mereka

Pantauan TribunGorontalo.com, beberapa rumah di Desa Buhu sengaja dibuat panggung dalam rumah. Hal itu karena banjir sudah masuk ke dalam rumah.


"Beberapa warga memang tetap tinggal di dalam rumah, mereka buat panggung didalam rumah supaya tetap bisa beraktivitas," ungkap Warga Buhu, Nikson Amiri saat di wawancara TribunGorontalo.com, Senin (27/1/2025).

Nikson yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan itu menjelaskan alasan beberapa warga tetap tinggal di dalam rumah karena menjaga barang berharga.

"Ada barang-barang mereka di dalam, jadi mereka sekalian menjaga itu," tambahnya

Banjir yang melanda Desa Buhu itu hingga mencapai 1,5 meter. Bahkan dibeberapa titik mencapai 3 meter.

Bberapa anak kecil di desa Buhu memanfaatkan banjir dengan berenang.

Untuk menuju desa ini harus menggunakan perahu, karena seluruh bagian rumah telah terendam banjir.

Nikson mengatakan banjir yang melanda Desa Buhu itu terjadi sejak 18 Januari 2025. Menurutnya banjir berasal dari luapan air Danau Limboto akibat curah hujan yang tinggi dan terjadi terus menerus.

"Ini karena hujan deras kemarin, banjir sudah dari  eminggu lalu atau sekitar 18 Januari, semua rumah di Desa Buhu terendam banjir," jelasnya

Tak hanya itu Nikson juga mengungkapkan banjir serupa pernah terjadi pada 2024 di mana merendam seluruh rumah di desa itu.

Nikson mengatakan banjir pada 2024 membutuhkan waktu 6 bulan untuk surut.

"Ini kami belum enam bulan tinggal di sini sudah dilanda banjir di Januari 2025 ini, terpaksa ada yang mengungsi di pengungsian ada yang pergi ke rumah keluarga, ada juga yang tetap tinggal disini," tegasnya

Nikson berharap mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang terus berulang di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. 

Pengungsi Banjir di Telaga Jaya Gorontalo Butuh Bantuan, Ada Anak Menangis Minta Susu

Banjir di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya 8888
Banjir di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin 27 Januari 2025

Banjir yang melanda Desa Hutadaa dan Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, memaksa puluhan warga untuk mengungsi di tenda darurat yang disediakan desa, Senin (27/1/2025). 

Pantauan TribunGorontalo.com hingga kini, para pengungsi masih berharap bantuan dari pemerintah. Mereka meminta bantuan makanan siap saji hingga obat-obatan.

Beberapa anak kecil di tenda pengungsian terdengar menangis meminta susu.

Anak lainnya bahkan mengeluhkan kelaparan kepada ibunya. Sementara itu terdapat dapur darurat dibagian belakang tenda.

Dapur darurat ini dibuat langsung oleh warga terdampak banjir untuk mengisi perut puluhan jiwa di pengungsian.

Kartin Sura pengungsi mengungkapkan bahwa sudah empat hari ia bersama keluarganya tinggal di tenda pengungsian.

Rumahnya yang terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa itu membuatnya tidak bisa kembali ke rumah.

"Kami tidur di sini selama mengungsi, belum ada bantuan dari pemerintah. Untuk makan, kami masak sendiri, karena dapur umum pun belum ada," ujar Kartin saat diwawancarai oleh TribunGorontalo.com, Senin (27/1/2025).

Kata Kartun di lokasi pengungsian, terdapat sekitar 26 kepala keluarga yang menempati dua tenda besar.

Selain itu, banyak pengungsi lain yang memilih tinggal bersama keluarga atau meminjam rumah tetangga yang tidak terdampak banjir.

"Barang-barang di rumah sudah kami gantung di atap agar tidak rusak, tapi pakaian banyak yang basah," jelasnya

Kartin menambahkan bahwa di tenda pengungsian terdapat banyak anak-anak, balita, bahkan beberapa warga yang sakit akibat kondisi darurat di lokasi.

"Siang di pengungsian ini panas sekali, tapi terpaksa harus tinggal di sini, karena disini satu-satunya tempat untuk berteduh," tegasnya

Sementara itu warga lainnya Titin Mustapa juga mengeluhkan bantuan dari pemerintah yang tak kunjung datang sejak banjir melanda wilayah tersebut.

"Kami butuh selimut, tikar, makanan siap saji, obat-obatan, susu untuk bayi, dan dapur umum. Harapannya, pemerintah segera membantu," harap Titin.

Mereka meminta kebutuhan pokok seperti makanan, perlengkapan bayi, dan obat-obatan mendesak untuk segera dipenuhi.

Banjir yang melanda wilayah Telaga Jaya ini merendam seluruh rumah warga, memaksa mereka meninggalkan tempat tinggalnya.

Titin mengaku bersyukur masih dapat menyelamatkan beberapa barang berharga, namun kondisi pengungsian yang minim fasilitas membuat situasi semakin sulit bagi para korban bencana. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo telah menyalurkan bantuan susu dan biskuit untuk balita dan ibu hamil. (*/Arianto)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved