Banjir Gorontalo
Puluhan Hektar Sawah di Kabupaten Gorontalo Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Sebelum Waktunya
Banjir melanda kawasan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memaksa para petani memanen padi lebih awal.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dgfhdeyju.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Banjir melanda kawasan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memaksa para petani memanen padi lebih awal.
Menurut Yunus, Petani di Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo mengatakan kondisi ini terjadi akibat luapan air Danau Limboto yang semakin dangkal.
Danau Limboto saat ini hanya memiliki kedalaman sekitar empat meter dari yang awalnya 15 meter.
Karena itu puluhan hektar sawah di Desa Bulota dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo terendam.
Baca juga: Banjir Bandang di Molowahu Gorontalo Menjebol Tanggul, Sawah Terendam Kerugian Rp 300 Juta
Petani pun menghadapi pilihan sulit untuk menyelamatkan hasil panen.
"Daripada rugi, belum waktunya padi sudah dipanen. Kalau tidak begini, kerugiannya lebih besar lagi. Biasanya hasil panen turun sampai 40 persen," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Minggu (26/1/2025) sore.
Yunus menjelaskan, puncak banjir terjadi pada akhir Januari 2025 akibat intensitas hujan tinggi.
“Kemarin di Desember tidak begini. Tapi Januari ini puncaknya karena Danau Limboto meluap. Kalau dulu airnya dalam, sekarang dangkal,” jelas Yunus.
Lebih lanjut Yunus mengatakan proses panen menjadi lebih sulit akibat banjir ini.
Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Penurunan Hasil Panen Jagung di Boalemo Gorontalo
Petani pun terpaksa harus menyewa perahu untuk mengangkut padi.
“Kita sewa perahu dan pekerja juga, tapi tidak cukup. Biasanya ada tiga kelompok pekerja di sini, tapi tetap kewalahan. Hasil panen pun jauh dari maksimal,” tambahnya.
Banjir di kawasan Telaga Jaya diperkirakan merendam ratusan hektar sawah dari Desa Ulapato, Desa Lupoyo hingga Desa Bulota.
Pantauan langsung TribunGorontalo.com para petani bergotong royong memanen padi di tengah air yang menggenang, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.
Pemerintah daerah disebut telah berupaya membuka tanggul untuk mengurangi debit air di Danau Limboto.
Baca juga: Sawah di Bongohulawa Gorontalo Kerap Tergenang, Petani Minta Pemda Seriusi Masalah Saluran Irigasi
Namun, langkah ini belum sepenuhnya efektif kata Yunus.