Banjir Gorontalo
Puluhan Hektar Sawah di Kabupaten Gorontalo Terendam Banjir, Petani Terpaksa Panen Sebelum Waktunya
Banjir melanda kawasan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo memaksa para petani memanen padi lebih awal.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dgfhdeyju.jpg)
“Katanya tanggul sudah dibuka, tapi hanya disesuaikan dengan debit air di sini. Kalau penuh, bisa memengaruhi sungai besar di wilayah lain,” jelas Yunus.
Tak hanya itu, Yunus juga menuturkan kekhawatirannya soal banjir yang terus meluas mengancam keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.
Menurutnya masalah ini harus segera diselesaikan.
"Jika tidak ada solusi jangka panjang, para petani Telaga Jaya mungkin harus terus menghadapi risiko serupa di masa mendatang," tutupnya.
Banjir Bandang di Molowahu Gorontalo Menjebol Tanggul, Sawah Terendam Kerugian Rp 300 Juta
Banjir bandang yang melanda Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/1/2025) sore, menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan tanggul sungai jebol dan puluhan hektar sawah serta kebun milik warga terendam air.
Kepala Desa Molowahu, Irwandi Ibrahim, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, menjelaskan bahwa dampak banjir sangat merugikan masyarakat setempat.
"Puluhan hektar sawah rusak, begitu juga dengan kebun jagung dan Nilam. Bahkan, tanggul sungai jebol dan mengakibatkan meluapnya air ke lahan pertanian," ungkapnya.
Kerugian akibat bencana banjir ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.
"Kerugian sekitar Rp 300 juta akibat banjir kemarin," lanjutnya.
Irwandi juga mengungkapkan kekecewaannya terkait kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gorontalo.
Hingga saat ini, menurutnya, belum ada bantuan yang diberikan kepada korban bencana.
"Dari pemerintah daerah tidak ada bantuan," tegasnya singkat.
Namun, meski tidak ada bantuan dari Pemda, pihak Balai Sungai Gorontalo segera turun ke lokasi untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi.