TikTok Terancam Diblokir
MrBeast Pertimbangkan Akuisisi TikTok Sebelum Diblokir Permanen di Amerika Serikat
Langkah ini dilakukan bersama kelompok investor, seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu 75 hari bagi aplikasi tersebut untuk menemukan pemilik
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mr-Beast-berencana-beli-TikTok-segini-harganya-jika-jadi-dibeli.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Jimmy Donaldson, atau yang lebih dikenal sebagai MrBeast, YouTuber ternama sekaligus salah satu kreator TikTok paling populer, dilaporkan tengah menjajaki peluang untuk membeli TikTok.
Langkah ini dilakukan bersama kelompok investor, seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu 75 hari bagi aplikasi tersebut untuk menemukan pemilik baru di luar China, guna menghindari potensi pelarangan permanen.
"Saya akan membeli TikTok supaya tidak dilarang," tulis Donaldson melalui media sosial pada 13 Januari.
Meski terlihat seperti candaan, pengacaranya mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sebenarnya serius.
Baca juga: Resahkan Warga, Tempat Karaoke di Desa Waluhu Gorontalo Ditutup, 5 Orang Diamankan Polisi
Upaya dari Donaldson dan konsorsium investor ini menjadi salah satu perkembangan terkini dalam perjalanan penuh dinamika TikTok.
Sabtu malam lalu, aplikasi tersebut sempat tidak dapat diakses akibat ancaman larangan nasional.
Namun, layanan kembali normal sekitar 12 jam kemudian setelah Presiden AS menyatakan akan menunda larangan tersebut selama 75 hari melalui perintah eksekutif.
Diskusi mengenai potensi penjualan TikTok kepada entitas berbasis di AS telah berlangsung sejak 2020.
Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan untuk mengesahkan undang-undang federal yang mengharuskan ByteDance, induk perusahaan TikTok, menjual platform ini kepada pembeli non-China.
Baca juga: Warga Desa Waluhu Gorontalo Resah, Diduga Ada Tempat Hiburan Malam Berkedok Warung Makan
Ketika akses TikTok sempat diblokir, pengguna menerima pesan: "Mohon maaf, TikTok saat ini tidak tersedia. Undang-undang melarang TikTok di AS. Anda tidak dapat mengakses aplikasi ini untuk sementara waktu."
Namun, aplikasi kembali beroperasi setelah adanya pengumuman penundaan pemberlakuan larangan tersebut, meskipun hal ini hanya bersifat sementara.
Pemerintah China kabarnya sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual sebagian kepemilikan TikTok kepada Elon Musk, pengusaha teknologi ternama.
Selain itu, kelompok investor yang dikenal sebagai "The People's Bid for TikTok," yang melibatkan Kevin O'Leary dan miliarder Frank McCourt, juga menunjukkan minat untuk mengakuisisi platform ini.
Aset TikTok di AS, tanpa algoritme andalannya, diperkirakan memiliki nilai antara $40 miliar hingga $50 miliar.
Namun, karena algoritme merupakan elemen utama yang menentukan nilai platform, penilaian pastinya sulit ditentukan.
Kelompok McCourt belum mengungkapkan nilai penawaran mereka secara terbuka. Namun, miliarder tersebut sebelumnya menyebut bahwa nilai aset yang ditawarkan sekitar $20 miliar. (*)