Minggu, 15 Maret 2026

Viral, Turis Asal Colombia ini Kena Begal di Bali, Lapor Polisi Malah Diminta Bayar Rp200 Ribu

Turis asal Colombia ini berlibur di Pulau Bali, namun turis tersebut menjadi korban tindakan kriminal yakni begal.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Viral, Turis Asal Colombia ini Kena Begal di Bali, Lapor Polisi Malah Diminta Bayar Rp200 Ribu
ig/medsos_rame
Turis asal Colombia ini berlibur di Pulau Bali, namun turis tersebut menjadi korban tindakan kriminal yakni begal. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Turis asal Colombia ini berlibur di Pulau Bali, namun turis tersebut menjadi korban tindakan kriminal yakni begal.

Turis yang sehari-harinya tinggal di Australia tersebut lantas melaporkan kejadian yang dialaminya ke kantor polisi.

Namun saat itu, sang turis malah diminta polisi membayar uang sebesar Rp200 ribu.

Sedangkan menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 dan asal 15 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011, anggota Polri dilarang meminta bayaran atau biaya tambahan saat menangani perkara.

Peristiwa turis yang diminta membayar saat membuat laporan ke kantor polisi ini viral usai diunggah melalui akun X @Heraloebss pada Senin (20/1/2025).

Dalam video yang beredar, tampak seorang turis wanita yang sedang mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan.

Setelah membuat laporan, ia menceritakan peristiwa yang dialaminya saat di dalam kantor polisi, yakni dimintai uang sebesar Rp200 ribu.

Turis tersebut merasa uang yang diminta darinya hanya digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tersebut.

"Mereka bilang dua ratus, ya saya pikir mereka hanya menginginkan uang untuk mereka sendiri," papar turis tersebut dalam Bahasa Inggris.

Dipaparkannya, peristiwa begal handphone yang dialaminya tersebut terjadi saat ia sedang mengendarai sepeda motor bersama seorang rekannya.

Baca juga: Gempa Bumi Selasa Sore 21 Januari 2025: Info BMKG Terjadi di Sumatera

"Ponsel saya dicuri kemarin, saya sedang mengendarai sepeda motor dari Savaya menuju Beach Club," ungkap dia.

"Baru saja berangkat, saya menggunakan ponsel saya, dan motor lain lewat kemudian mengambilnya dari tangan saya," paparnya.

Pada saat berkendara, turis tersebut mengaku sedang duduk di belakang sebagai penumpang.

Sementara rekannya bertugas mengemudikan motor.

Padahal turis tersebut mengaku sudah empat kali datang ke Bali, namun peristiwa ini menjadi yang pertama kali terjadi.

Hingga kini belum ada penjelasan dari pihak terkait soal pungutan kepada turis tersebut.

Sebelumnya, kejadian pelecehan yang dialami turis Singapura di Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, sempat jadi perbincangan.

Kini tiga remaja yang diduga menjadi pelaku pelecehan turis Singapura di Jalan Braga tersebut meminta maaf.

Permintaan maaf disampaikan secara online melalui sebuah rekaman video yang disampaikan ke awak media.

Dalam video, ketiganya memberikan klarifikasi tak sengaja melakukan perbuatan tersebut.

Remaja berusia 17 tahun, warga Cimaung, Kabupaten Bandung, ini mengaku tangannya tak sengaja menyentuh tubuh korban.

Berikut pernyataan klarifikasinya:

"Benar saya dan kedua teman saya yang berada di video viral turis Singapura pada 29 Desember 2024 yang saat itu saya dan teman saya yang akan nobar Persib di Braga Sky.

Kebetulan saat itu saya dan teman saya berjalan dengan turis Singapura yang membuat video vlog, ketika teman saya hendak mendahului dan mengucapkan punten namun tangannya mengenai tubuh turis tersebut.

Maka kami memohon maaf atas kejadian tersebut dan apabila perbuatan kami tak berkenan mohon maaf terhadap turis itu dan masyarakat kota Bandung.

Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan kegaduhan," kata pelaku lewat video.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono menyebut, ketiga anak tersebut motifnya karena penasaran dengan korban yang membuat video vlog dengan menggunakan bahasa Inggris.

"Jadi, kejadiannya bukan pada malam tahun baru, tapi 29 Desember 2024."

"Yaitu ketiga terduga pelaku lagi menonton nobar Persib di Braga Sky, pada saat istirahat babak pertama."

"Ketiganya mencari makan, pada saat mencari makan, bertemu dengan korban yang sedang melakukan vlog," jelas Kombes Budi.

Diberitakan sebelumnya, kejadian ini viral setelah vlog turis Singapura diunggah pada Kamis (2/1/2025) di kanal YouTube milik korban.

Korban adalah Darien dan Joanna, pasangan suami istri dari Singapura.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa korban pelecehan, Joanna, mengungkap kronologinya.

Pelecehan terjadi saat dia dan suaminya sedang membuat video di Jalan Braga, sekitar pukul 18.57 WIB.

Sang suami berbicara di depan kamera yang dipegangnya sambil berjalan, sementara Joanna di sampingnya mendampingi.

Di belakang mereka ada sekelompok pemuda mengikuti sambil tertawa dan bergaya-gaya,.

Mereka seperti sengaja ingin masuk dalam rekaman video tersebut.

Satu orang terlihat menunjukkan jari berbentuk huruf V sambil menjulurkan lidah.

Remaja lainnya berjalan melewati samping kiri Joanna.

Saat itu, Joanna merasakan si pemuda menyentuh bagian belakang tubuhnya.

"Saya sadar bahwa pria yang berjalan melewati saya sengaja menyentuh saya."

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Rabu 22 Januari : Cinta, Karir hingga Keuangan

"Itu bukan ketidaksengajaan, Anda bisa lihat di video," kata Joanna dalam video.

Joanna menjelaskan, dia sudah empat bulan di Indonesia dan merasa orang Indonesia baik-baik.

Menurutnya, sosok pemuda yang melakukan pelecehan sama sekali tidak mencerminkan orang Indonesia secara keseluruhan.

"Saya percaya 99 persen orang Indonesia baik, dan selama empat bulan di sini, kami sudah merasakan kesenangan dan kebaikannya," jelas Joanna.

Joanna kemudian ingin pelaku pelecehan itu ditangkap.

Ia juga mengajak para korban pelecehan yang ditunjukkan kepada siapapun untuk tidak takut buka suara.

"Saya yakin pria ini (yang melakukan pelecehan) harus ditangkap dan setiap perempuan atau siapapun yang menjadi korban pelecehan seksual tidak boleh diam," jelas Joanna.

Sang suami, Darien, juga turut memberikan tanggapan.

Baca juga: 10 Jenis Pelanggaran Ini Jadi Sasaran Tilang via WhatsApp

"Ini menjijikan, tidak merepresentasikan budaya Indonesia yang saya rasakan selama tinggal di sini," ujar Darien.

Dia mengajak penonton videonya, terutama para penegak hukum di Indonesia untuk menangkap pelaku dan memenjarakannya.

"Mari tunjukkan kepada dunia, ayo tangkap mereka."

"Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya hukum yang tegas, bahwa Anda tidak bisa begitu saja menyentuh perempuan di jalan dan kabur."

"Ayo penjarakan mereka," tegas Darien.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved