Minggu, 8 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Harry Gobel Bangun Penginapan Turis di Gorontalo, Berawal dari Ingin Belajar Bahasa Inggris

Pemilik usaha Homestay Harry & Mimin, Harry Gobel, menceritakan awal mula ia memulai usaha penginapan.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Harry Gobel Bangun Penginapan Turis di Gorontalo, Berawal dari Ingin Belajar Bahasa Inggris
Harry Gobel
Momen Harry Gobel berpose dengan turis-turis yang menginap di Homestay miliknya. 

Para turis meminta turis lain untuk mengajari Harry Bahasa Inggris. 

Seiring berjalannya waktu, turis-turis bergantian menginap di rumah Harry. 

"Saat itu mereka tanya harga, saya bingung karena fasilitas tidak mendukung dan tidak ada niat juga buat homestay. Saya cuma ingin belajar bahasa Inggris," ujar Harry mengenang momen pertama mendirikan penginapan.

Karena setiap hari pasti ada turis yang menginap, penguasaan bahasa Inggris Harry pun mulai meningkat. 

Harry kemudian sadar, ternyata dengan kesederhanaan rumahnya, membuat para turis betah dan memilih tinggal di rumahnya ketimbang di hotel. 

"Secara tidak langsung, saya sudah berusaha mengenalkan budaya dan kebiasaan orang Gorontalo, sederhana dan apa adanya. Misalnya pakai WC jongkok," terangnya.

Harry pun tak malu dengan kondisi rumah yang sederhana.

Baca juga: BREAKING NEWS: Eks Ketua HMI Gorontalo Terduga Pelaku Pelecehan Dipolisikan, Korban Kini Diperiksa

Ia juga tak mengambil keuntungan sepeser pun saat rumahnya dijadikan tempat menginap para turis. 

Ia kerap menjadi pemandu (tour guide), menggunakan bentor ayahnya untuk mengantar para turis berkeliling.

Hingga tahun 2018, para turis yang datang mulai banyak. Kamarnya yang hanya tiga unit tak mampu lagi menampung kehadiran para turis. 

Akhirnya beberapa turis memilih tidur melantai di ruang tamu. 

"Karena itu baru kemudian kami memilih tempat ini jadi homestay, namun dengan harga yang relatif murah," ujarnya. 

Di tahun yang sama, ia juga mengurus izin homestay di Desa Timuato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. 

Kedua tempat ini menjadi homestay para turis ketika datang ke Provinsi Gorontalo. 

Sebagian besar turis-turis yang tinggal adalah mereka yang berkewarganegaraan Prancis, Jerman, Belanda, Swiss, hingga Belgia.

Lama turis menginap mulai dari satu malam hingga paling lama setahun. 

Meskipun sudah terkenal di kalangan turis, Harry tetap mempertahankan kesederhanaan rumahnya.

"Saya tetap pada prinsip pertama yakni kesederhanaan," pungkasnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved