Pelecehan Mahasiswi Gorontalo
BREAKING NEWS: Eks Ketua HMI Gorontalo Terduga Pelaku Pelecehan Dipolisikan, Korban Kini Diperiksa
MAL alias Adrian eks Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo resmi dilaporkan ke Polda Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-pelecehan-eks-ketua-hmi.jpg)
Ia menyebut korban pelecehan lebih dari satu orang.
Kendati demikian, tak satu pun berani bersuara karena alasan sama, yakni menjaga marwah organisasi.
"Iya benar, di organisasi itu sudah banyak korban sekitar enam orang yang melapor ke saya. Tapi korban memilih untuk diam," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/9/2024) malam.
Kata A, para korban saat ini mendapat pendampingan dari pihak organisasi yang sama.
"Sampai dengan saat ini korban-korban itu juga masih kami dampingi, hak-hak korban kami penuhi dan kemauannya kami ikuti," tambahnya.
Dugaan pelecehan yang dilakukan MAL sudah sejak dua tahun terakhir.
MAL sering melecehkan juniornya, mulai dari pelecehan verbal hingga mengajak junior wanitanya melakukan VCS (Video call seks).
"Korbannya ada yang sudah dua tahun lalu, setahun lalu, ada juga yang baru. Ada dengan non verbal, VCS, ada juga memaksa untuk begitu," ucapnya.
MAL Bantah Tudingan
Terpisah, MAL membantah tudingan dugaan pelecehan terhadap sejumlah mahasiswi.
Ia mengaku baru mengetahui informasi tersebut setelah dihubungi wartawan.
"Terus terang, saya baru tahu ini dan saya tidak merasa ini saya lakukan, itu tidak benar," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (1/10/2024) sore.
Terduga pelaku ini bahkan menantang mahasiswi yang mengaku korban untuk melaporkan dirinya ke pihak berwajib.
"SPKT di Polsek dan Polres terbuka, silakan melapor saja jika itu benar. Kalau itu benar, saya sendiri yang akan menyerahkan diri, tapi kan ini saya tidak merasa melakukan," paparnya.
MAL mengatakan dirinya tidak pernah melecehkan juniornya.
"Bahkan saya bingung dengan dugaan ini, saya merasa tidak melakukan, tapi tiba-tiba ada isu," akunya.
MAL menceritakan bahwa dugaan pelecehan ini muncul di akun instagram bersamaan dirinya menerima SK dari pimpinan organisasi pusat.