Rabu, 11 Maret 2026

Banjir Gorontalo Utara

Banjir Terjang Desa Tolongio Gorontalo Utara, Air Pegunungan Bikin Sungai Meluap

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari menyebabkan air dari pegunungan turun dengan deras, memicu kenaikan debit air sungai hing

Tayang:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Banjir Terjang Desa Tolongio Gorontalo Utara, Air Pegunungan Bikin Sungai Meluap
FOTO: Efriet Mukmin, TribunGorontalo.com
Banjir di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek Gorontalo Utara, Senin (20/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Banjir kembali melanda Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara pada Senin (20/1/25) sore.

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari menyebabkan air dari pegunungan turun dengan deras, memicu kenaikan debit air sungai hingga meluap ke pemukiman warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, diperparah oleh angin kencang, menjadi pemicu utama bencana ini.

Air dari pegunungan membawa material seperti ranting pohon, pelepah kelapa, dan batang pisang yang menyumbat aliran sungai.

Baca juga: Dosen UBM Gorontalo Minta Mahasiswa Pindah Kampus karena Protes Wisuda Rp 19 Juta, Netizen Berang!

Saluran air yang tak mampu menampung derasnya aliran pun membuat air merembes masuk ke rumah-rumah warga di dataran rendah.

Setidaknya enam rumah warga sudah tergenang air setinggi paha orang dewasa.

Selain itu, genangan air juga melumpuhkan akses Jalan Trans Sulawesi yang dipenuhi material dari aliran banjir, mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Para pengendara terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif untuk menghindari area banjir.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai langsung bergegas menyelamatkan diri dan barang-barang berharga.

Beberapa warga mulai mengungsi ke rumah saudara mereka yang berada di dataran lebih tinggi, sementara hewan ternak pun turut diamankan.

Baca juga: Jumlah Penduduk Gorontalo per Tahun 2024 Tercatat 1.250.960 Jiwa

Warung dan tempat usaha warga di sekitar lokasi sudah mulai ditutup karena khawatir luapan air sungai akan semakin meluas.

Di atas jembatan yang melintasi sungai, sejumlah warga tampak memantau ketinggian air.

Luapan sungai kini telah melewati tanggul, mengancam area persawahan yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar warga desa.

“Air naik terus, kami takut ini akan lebih parah kalau hujan tak berhenti,” ungkap salah satu warga yang khawatir rumahnya ikut terendam banjir.

Hingga berita ini diturunkan, warga berjaga dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika hujan tidak segera reda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved