Ikan Purba di Gorontalo
Mengenal Ikan Coelacanth, Ikan Purba yang Ditemukan Nelayan di Perairan Gorontalo Utara
Coelacanth disebut sebagai ikan purba karena sudah ada sejak 360 juta tahun yang lalu dan diperkirakan bisa hidup hingga 60 tahun atau lebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ytjdtyjtduk.jpg)
Dikutip dari Wired, coelacanth merupakan spesies ikan yang namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelia (berongga) dan acanthos (duri), yang artinya adalah ikan dengan duri berongga.
Ikan purba tersebut dapat mencapai panjang lebih dari enam kaki dengan berat 200 pon atau sekitar 90 kilogram.
Selain itu, coelacanth juga terdiri dari dua spesies, di mana keduanya merupakan ikan yang langka.
Kedua spesies itu adalah coelacanth Samudra Hindia barat (Latimeria chalumnae) yang hidup di laut lepas pantai timur Afrika, dan coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang dapat ditemukan di perairan Sulawesi, Indonesia.
Bentuk ikan coelacanth Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), coelacanth memiliki bentuk yang khas dan mudah dibedakan dengan jenis ikan lainnya.
Ikan purba tersebut memiliki bentuk sisik yang berbeda secara signifikan di beberapa bagian tubuh.
Dari bagian depan ke belakang, ukuran sisik cenderung menurun atau lebih kecil.
Melanofor (sel pigmentasi warna) lebih banyak terkonsentrasi pada bagian atas tubuh ikan daripada bagian perutnya.
Baca juga: Kronologi Detik-detik Nelayan Gorontalo Utara Temukan Ikan Coelacanth, Berat Mencapai 41 Kilogram
Sementara itu, sirip lobus punggung, daerah dubur, dan sirip lobus anus memiliki berbagai bentuk pada masing-masing spesies, walaupun pada bagian tubuh yang sama.
Terancam punah
Meskipun ikan coelacanth masih dapat ditemukan di perairan Indonesia, namun jumlah ikan purba itu memiliki populasi yang makin menurun.
Hal tersebut karena proses pertumbuhan, perkembangbiakan, serta rendahnya kesuburan menyebabkan coelacanth rentan terhadap ancaman kepunahan.
Sementara itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan spesies coelacanth ke dalam kategori vulnerable yang artinya rentan akan bahaya kepunahan.
Coelacanth hidup di zona demersal pada kedalaman 150 hingga 200 meter dengan temperatur 17-200 Celsius.
Selain itu, spesies tersebut diduga juga dapat ditemukan di lereng berbatu di perairan dalam dan gua karbonat.
Baca juga: Heboh Nelayan Gorontalo Utara Tangkap Ikan Purba Coelacanth, Spesies Lebih Tua dari Dinosaurus