Human Interest Story
Usia 74 Masih Memulung Sampah di Kota Gorontalo, Yance Monoarfa Cerita soal Sulitnya Hidup Sendiri
Meski usia sudah senja, 74 tahun, kakek asal Kampung Bugis ini tetap semangat menyusuri jalanan kota mencari sampah yang dapat dijual untuk memenuhi k
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Yance-Monoarfa-74-asal-Kampung-Bugis-Kota-Gorontalo.jpg)
Meski begitu, Yance merasa bersyukur karena masih menerima bantuan dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
"Bantuan, alhamdulillah, tetap ada dari pemerintah. Itu sangat membantu saya," katanya dengan senyum tipis.
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi Yance. Ketika hujan turun, ia seringkali tidak bisa keluar mencari sampah.
Bahkan jika sudah di perjalanan, ia terpaksa basah kuyup karena tidak memiliki jas hujan.
"Kalau hujan sudah dari rumah, biasanya saya tidak keluar. Kalau di jalan kena hujan, ya basah semua," katanya sambil menunjukkan tubuhnya yang mulai renta.
Yance mengenang masa-masa ketika tubuhnya masih kuat. Dahulu, ia bekerja di pelabuhan dan pasar, tetapi kini kondisi fisiknya memaksanya untuk beralih menjadi pemulung.
"Dulu, waktu masih kuat, saya kerja di pelabuhan dan pasar. Tapi sekarang badan sudah tidak sekuat dulu, jadi saya tinggal cari-cari sampah saja," kenangnya.(*)