Kebakaran Hutan LA California
Korban Kebakaran Los Angeles California Diminta Seminggu Lagi di Pengungsian
Situasi di lokasi dinilai masih terlalu berbahaya, sehingga tim penyelamat terus menyisir lingkungan yang luluh lantak oleh api.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pejabat-Los-Angeles-meminta-korban-kebakaran-sementara-waktu-tetap-menjauhi-rumahnya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Pejabat Los Angeles pada Kamis (16/1/2025) mengimbau sebagian besar warga yang dievakuasi akibat kebakaran hutan untuk tetap menjauh dari rumah mereka setidaknya selama satu minggu lagi.
Situasi di lokasi dinilai masih terlalu berbahaya, sehingga tim penyelamat terus menyisir lingkungan yang luluh lantak oleh api.
"Kerusakan properti sangat luar biasa," ujar Direktur Pekerjaan Umum Los Angeles County, Mark Pestrella, dalam sebuah konferensi pers.
"Kawasan tersebut dipenuhi dengan sedimen, puing-puing, lumpur, dan bahan berbahaya."
Kebakaran kecil di wilayah California Selatan telah sepenuhnya atau sebagian besar berhasil dikendalikan.
Namun, dua kebakaran besar, yakni Palisades Fire di sisi barat Los Angeles dan Eaton Fire, masih terus berkobar.
Menurut Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California, Palisades Fire baru berhasil dikendalikan 22 persen, sedangkan Eaton Fire mencapai tingkat pengendalian 55persen.
Kedua kebakaran ini telah menghanguskan area seluas 59 mil persegi (153 kilometer persegi), lebih besar dari luas Kota Paris.
Lebih dari 80.000 orang masih berada di bawah perintah evakuasi, sementara 90.400 lainnya dalam status peringatan evakuasi.
Banyak warga yang ingin kembali ke rumah untuk menilai kerusakan dan mengambil barang-barang pribadi yang selamat dari kebakaran.
Dampak Ekonomi Kebakaran Hutan di Los Angeles
Kebakaran hutan ini telah menghancurkan setidaknya 12.000 bangunan, sebagian besar berupa rumah tinggal.
Meskipun pemerintah belum merilis estimasi kerugian, perusahaan-perusahaan swasta memperkirakan bahwa total kerugian dapat mencapai puluhan miliar dolar.
Kebakaran ini menjadi salah satu bencana alam terburuk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat setempat.
Warga yang terdampak diimbau untuk bersabar dan mengikuti panduan resmi. Pemerintah dan tim penyelamat terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan, membersihkan area, dan menyediakan bantuan bagi para korban.
Para ahli juga memperingatkan pentingnya langkah-langkah pencegahan di masa depan untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.(*)