Berita Viral
Viral Internasional: Tak Sabar Menunggu Antrean, Pasien Tikam Perawat di Rumah Sakit
Viral seorang perawat ditikam dengan gunting di rumah sakit tempat dia bekerja. Saat ini, dia sedang berjuang untuk hidupnya akibat serangan tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/WERGEWTH.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Gara-gara perkara antrean di rumah sakit, seorang pria menusuk perawat yang berada di rumah sakit.
Melansir mirror.co.uk via TribunMedan.com, insiden ini terjadi di Rumah Sakit Royal Oldha, pada Sabtu (11/1/2025) malam.
Korban merupakan wanita berusia 50-an tahun.
Sementara pria berusia 37 tahun sebagai terduga pelaku kini telah ditangkap kepolisian setempat.
Dia diduga telah melakukan percobaan pembunuhan dan masih berada dalam tahanan polisi.
Polisi dipanggil pada pukul 11 malam atas laporan adanya penikaman di rumah sakit.
Dikabarkan bahwa seorang masyarakat menyerang seorang staf medis.
Baca juga: Viral Selebgram Asal Aceh Joget Sambil Baca Al-Quran Diiringi Musik DJ, Berujung Minta Maaf
Diketahui bahwa insiden tersebut terjadi karena pasien harus menunggu.
Pria tersebut tak terima dan kemudian tersulut emosi.
Juru bicara polisi Greater Manchester mengatakan bahwa penyelidikan awal telah dilakukan.
Dia mengungkapkan bahwa perawat tersebut ditikam dengan gunting.
Para detektif mengatakan bahwa mereka tidak mencari orang lain sehubungan dengan insiden tersebut.
Sersan Detektif Craig Roters melaporkan suatu hal.
"Ini adalah insiden serius yang menyebabkan seorang wanita berada dalam kondisi kritis," ungkapnya.
"Pikiran kami bersama keluarga dan rekan-rekannya."
Baca juga: Oknum Polisi Polres Prabumulih Viral Setelah Tendang Wajah Pengendara Usai Kecelakaan
"Kami akan terus mendukung mereka selama penyelidikan ini."
"Masyarakat setempat dapat melihat peningkatan kehadiran polisi selama kami melakukan penyelidikan."
"Namun, mereka juga ada di sana untuk memberikan jaminan dan menjawab pertanyaan yang mungkin dimiliki."
"Kami tahu bahwa berita seperti ini akan mengejutkan."
"Jika memiliki kekhawatiran atau apa pun yang ingin disampaikan, silakan sampaikan kepada pihak kami," tambahnya.
Menteri kesehatan, Wes Streeting, mengatakan di media sosial bahwa perawat harus dapat merawat pasien tanpa takut akan kekerasan.
Baca juga: Tukang Bakso Ini Viral Gegara Ditabrak Lari Mobil Hitam, Gerobaknya Hancur Makanan Berserakan
"Pikiran saya bersama perawat dan orang-orang yang dicintainya setelah serangan mengerikan di Rumah Sakit Royal Oldham," ungkap Streeting.
"Perawat adalah tulang punggung rumah sakit kita."
"Mereka harus bisa merawat pasien tanpa takut akan kekerasan," tambahnya.
Sekretaris rumah sakit dan kepala eksekutif, Prof. Nicola Ranger, mengatakan suatu hal.
"Serangan terhadap perawat ini benar-benar mengejutkan," ungkapnya.
"Kami selalu ada bersama korban, keluarga, dan rekan-rekannya."
"Staf dan perawat pergi bekerja untuk merawat orang lain."
Baca juga: Viral, Anggota DPRD Digerebek Warga saat Asik Mesum di Dalam Mobil Tanpa Busana dengan Istri Orang
"Dia memiliki hak untuk melakukannya tanpa rasa takut akan penyerangan."
"Semua perusahaan memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan staf mereka."
"Pihak berwenang memastikan bahwa mereka yang membahayakan para profesional perawatan kesehatan harus menghadapi hukuman," tambahnya.
Heather Caudle, kepala perawat di Northern Care Alliance Foundation Trust, yang mengelola Royal Oldham, menyampaikan pesannya.
"Kami sangat terkejut dan sedih dengan kejadian semalam," ungkapnya.
"Fokus kami adalah mendukung korban yang terlibat dan keluarga mereka."
Baca juga: Didirikan di Tengah Jalan, Tenda Pernikahan Ini Viral Dipaksa Bongkar Satpol PP, Begini Aturannya
"Pikiran kami juga bersama para kolega dan pasien yang ada di sana pada saat kejadian."
"Pelaku yang melakukan hal ini sangat menyedihkan dan menakutkan," tambahnya.
Dia menambahkan bahwa mereka bekerja sama dengan polisi.
Semua layanan di rumah sakit akan tetap buka dan berjalan.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, anggota parlemen Oldham West, Jim McMahon, mengungkapkan keterkejutannya.
Dia menggambarkan kejadian brutal itu sebagai serangan yang tidak masuk akal.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.