Prajurit TNI Tewas
'Mahar Memberatkan' Prajurit TNI Tewas karena Depresi usai Keluarga Pacar Minta Mahar Rp250 Juta
Masih menjadi tradisi dalam sebuah pernikahan, seorang oknum prajurit TNI tewas akibat depresi berat yang ia alami.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prajurit-TNI-hsdhasjj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Masih menjadi tradisi dalam sebuah pernikahan, seorang oknum prajurit TNI tewas akibat depresi berat yang ia alami.
Prajurit TNI merasa berat atas permintaan keluarga perempuan, dimana ia dimintai Rp250 juta untuk meminang anak gadis mereka.
Sontak hal itu membuat prajurit TNI merasa terbebani hingga akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.
Adapun prajurit TNI tersebut ialah Pratu Andi Tambaru (24).
Pratu Andi ditemukan tewas tergantung di pohon asam di wilayah Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain NTT.
Andi pertama kali ditemukan oleh warga bernama Velsi Boik.
Saat itu, Velsi yang merupakan petugas Bandara DC Saudale Rote Ndao, akan melaksanakan piket.
Velsi lalu melaporkan kejadian itu ke anggota Kodim 1627/Rote Ndao.
Menurut penyelidikan sementara, adapun motif anggota TNI gantung diri ini diduga dipicu masalah asmara.
Komandan Resor Militer (Danrem) 161 Wira Sakti Kupang Brigadir Jenderal TNI Joao Xavier Barreto Nunes menyebut, anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1627 Rote Ndao, Pratu Andi Tambaru turut membenarkan soal dugaan asmara.
Baca juga: Ada Transaksi Normal dari Hilangnya Dana BOS SD Kota Gorontalo, Uang Diduga Ditransfer ke SMK Sumbar
Pratu Andi Tambaru sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Manja Mooy.
"Ada permasalahan asmara dengan pacarnya bernama Manja Mooy," kata Joao kepada Kompas.com, Minggu (12/1/2025), via Tribun Bengkulu.
Lalu, Pratu Andi Tambaru berniat menikahi wanita tersebut.
Hanya saja, pihak keluarga meminta Pratu Andi Tambaru menyediakan belis atau uang mahar sebesar Rp 250 juta.