Dugaan Pungli di SMA Gorontalo

Duduk Perkara Tudingan Penyalahgunaan Dana BOS di SMAN 1 Botumoito Gorontalo, Kepsek Blak-blakan

Kepala Sekolah SMAN 1 Botumoito, Nansy Rahman, mengungkap duduk perkara tudingan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Faisal Husuna
Pihak SMAN 1 Botumoito secara blak-blakan menceritakan program hingga duduk perkara yang diduga penyebab pihak sekolah dilaporkan ke Ombudsman Gorontalo. 

"Tahun ini, kami sudah tidak ada merah lagi, hanya satu kuning, dan sisanya hijau semua. Itu menunjukkan perbaikan dan kami mendapatkan BOS kinerja," pungkasnya.

Nansy juga menjelaskan bahwa ketika menganalisis raport yang menunjukkan warna kuning, sekolah segera mencari akar permasalahannya dan mencari solusi terbaik.

Hasil analisis tersebut kemudian dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Pada penyusunan RKAS, tim BOS sekolah, kepala sekolah, bendahara, dan operator sekolah diundang untuk berdiskusi bersama dengan tim manajemen provinsi.

Oleh karena itu, Nansy memastikan bahwa tudingan terhadap dugaan penyalahgunaan dana BOS tidaklah benar.

"Saya memastikan bahwa tidak ada penyelewengan dalam penyaluran dana PIP. Itu tidak benar. Kami selalu mengikuti petunjuk teknis yang ada," tegas Nansy, Minggu (12/1/2024).

Setelah menerima beasiswa tersebut, kata Nansy, pihak sekolah mengingatkan siswa untuk memenuhi kebutuhan sekolah lainnya, seperti seragam dan baju olahraga.

"Beasiswa PIP digunakan sesuai tujuan, sementara kami juga memahami bahwa masih ada kebutuhan siswa yang belum terpenuhi, seperti seragam dan baju olahraga. Kami arahkan siswa untuk menyelesaikan hal tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Guru SMAN 1 Botumoito Gorontalo Dilaporkan Atas Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos hingga Beasiswa PIP

Kata Pengelola PIP

Pengelola beasiswa PIP SMAN 1 Botumoito Husein
Pengelola beasiswa PIP SMAN 1 Botumoito Husein (Foto: TribunGorontalo.com/Faisal Husuna)

Pengelola beasiswa PIP SMAN 1 Botumoito, Husein. menjelaskan proses pengelolaan beasiswa yang ada di sekolah tersebut tidak ada masalah.

"Alhamdulillah, saya sudah bertahun-tahun mengelola ini, tidak ada masalah," jelasnya

Husein mengungkapkan bahwa, beasiswa PIP di tahun 2024 ini sudah ada perubahan regulasi.

Regulasi tersebut mengharuskan siswa untuk melakukan aktivasi secara langsung di bank, tidak bisa diwakilkan.

Ia menjelaskan bahwa, di sekolah SMAN 1 Botumoito, jumlah penerima beasiswa PIP tahun 2024 kemarin adalah 185 siswa.

Dari jumlah tersebut, ada 14 siswa tidak melakukan aktivasi, 1 siswa kelas 12 dan 13 siswa dari kelas 11.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved