Berita Gorontalo
BI Gorontalo Siapkan Rp130 Juta untuk Penukaran Uang di RS Aloei Saboe
Selain itu Riyanto berharap langkah sosialisasi ini mampu menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pegawai-BI-Gorontalo-memegang-uang-rupiah.jpg)
TRIBUNGORONTALO. COM, Kota Gorontalo – Bank Indonesia (BI) Gorontalo menggelar layanan penukaran uang kas keliling di Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Jumat (10/1/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan uang pecahan baru yang terjamin keasliannya.
Muhammad Riyanto Gobel, Administrator Perkasan BI Gorontalo, menyatakan bahwa pihaknya menyediakan uang senilai Rp130 juta dalam berbagai pecahan untuk kegiatan tersebut.
“Untuk penukaran uang kas keliling ini, kami menyiapkan sekitar Rp130 juta. Pecahan yang tersedia mulai dari Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000,” ungkap Riyanto.
Layanan ini menjadi bagian dari program rutin BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil, terutama menjelang momen penting seperti hari besar atau kegiatan khusus.
Selain penukaran uang, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi dan sosialisasi tentang keaslian Rupiah.
Riyanto menjelaskan bahwa metode "3D" – dilihat, diraba, dan diterawang, hal ini diperkenalkan sebagai cara mudah untuk memastikan keaslian uang Rupiah.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan penukaran uang, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali uang asli, agar mereka lebih waspada terhadap peredaran uang palsu,” tambahnya.
Pemilihan RS Aloe Saboe sebagai lokasi penukaran tidak terlepas dari informasi yang sempat beredar mengenai dugaan peredaran uang palsu di kawasan tersebut.
BI Gorontalo berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memahami pentingnya mengenali ciri-ciri uang asli.
Kegiatan penukaran uang ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan uang baru sekaligus meningkatkan pengetahuan mereka tentang keaslian Rupiah.
BI Gorontalo Sosialisasi Bahaya Uang Palsu
Bank Indonesia (BI) Gorontalo melaksanakan sosialisasi mengenai keaslian uang Rupiah di Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Jumat (10/1/2025).
Langkah ini diapresiasi oleh pihak rumah sakit sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya peredaran uang palsu.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSAS, Hansmi Jahja, menyambut baik kegiatan ini.
“Kami ucapkan Alhamdulillah, ini adalah langkah tepat dari BI untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya uang palsu," ucapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com.
"Apalagi kemarin sempat viral di media sosial bahwa ada dugaan uang palsu di RSAS. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui ciri uang asli dan palsu,” ujar Hansmi.
Menanggapi sistem pembayaran di rumah sakit yang masih dominan menggunakan uang tunai, Hansmi menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan implementasi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.
“Sejak Oktober tahun lalu, kami sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Gorontalo melalui Badan Keuangan terkait penerapan QRIS," jelasnya
"Aplikasinya sudah siap diluncurkan, tetapi masih ada proses administrasi perjanjian kerja sama yang harus diselesaikan,” tambahnya
Hansmi optimis sistem pembayaran QRIS dapat mulai diterapkan di RSAS tahun ini.
“Kami berharap, dengan sistem pembayaran non-tunai, transaksi menjadi lebih aman dan mengurangi risiko peredaran uang palsu di rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu Muhammad Riyanto Gobel, Administrator Perkasan BI Gorontalo, menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi tentang ciri khas Rupiah asli melalui metode “3D” dilihat, diraba, dan diterawang.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami cara sederhana untuk mengenali keaslian uang Rupiah, sehingga mereka tidak menjadi korban peredaran uang palsu,” ujar Riyanto.
Selain itu Riyanto berharap langkah sosialisasi ini mampu menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali ciri-ciri uang asli dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.