Berita Gorontalo
BI Gorontalo Siapkan Rp130 Juta untuk Penukaran Uang di RS Aloei Saboe
Selain itu Riyanto berharap langkah sosialisasi ini mampu menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pegawai-BI-Gorontalo-memegang-uang-rupiah.jpg)
“Kami ucapkan Alhamdulillah, ini adalah langkah tepat dari BI untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya uang palsu," ucapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com.
"Apalagi kemarin sempat viral di media sosial bahwa ada dugaan uang palsu di RSAS. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui ciri uang asli dan palsu,” ujar Hansmi.
Menanggapi sistem pembayaran di rumah sakit yang masih dominan menggunakan uang tunai, Hansmi menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan implementasi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.
“Sejak Oktober tahun lalu, kami sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Gorontalo melalui Badan Keuangan terkait penerapan QRIS," jelasnya
"Aplikasinya sudah siap diluncurkan, tetapi masih ada proses administrasi perjanjian kerja sama yang harus diselesaikan,” tambahnya
Hansmi optimis sistem pembayaran QRIS dapat mulai diterapkan di RSAS tahun ini.
“Kami berharap, dengan sistem pembayaran non-tunai, transaksi menjadi lebih aman dan mengurangi risiko peredaran uang palsu di rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu Muhammad Riyanto Gobel, Administrator Perkasan BI Gorontalo, menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi tentang ciri khas Rupiah asli melalui metode “3D” dilihat, diraba, dan diterawang.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami cara sederhana untuk mengenali keaslian uang Rupiah, sehingga mereka tidak menjadi korban peredaran uang palsu,” ujar Riyanto.
Selain itu Riyanto berharap langkah sosialisasi ini mampu menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali ciri-ciri uang asli dalam kehidupan sehari-hari. (*)