Human Interest Story
Karena Kendala Biaya, Remaja Gorontalo Ini Harus Putus Sekolah dan Berjuang Jualan Es di Telaga Park
Namun, tidak demikian bagi Reynaldi Supangat (18), seorang remaja asal Gorontalo yang terpaksa mengubur cita-citanya melanjutkan pendidikan lantaran k
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Reynaldi-Supangat-Penjual-es-di-Telaga-Park-Desa-Bulila.jpg)
"Lokasinya strategis, dan untungnya tempat ini tidak dikenakan retribusi oleh pemerintah setempat," tambahnya.
Dengan keuntungan sekitar 30 persen dari penjualan, Rey menyisihkan sebagian besar uangnya untuk modal yang ia serahkan kepada neneknya.
Sisanya ia gunakan untuk kebutuhan pribadi.
Meski kini ia disibukkan dengan rutinitas berjualan es, Rey masih menyimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan di masa depan.
Namun, untuk saat ini, ia lebih fokus membantu keluarganya.
"Saya sebenarnya ingin sekali sekolah lagi. Tapi untuk sekarang, saya bersyukur dengan apa yang ada," ucapnya dengan senyum tipis.(*)
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|