Pungli SD Gorontalo

Gara-gara Pungut Iuran dari Siswa, Kepsek SDN 8 Telaga Biru Gorontalo Dipanggil Dinas

Hal itu disampaikan langsung Frengki Pomalingo, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan (Dikdas) Kabupaten Gorontalo

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
Frengki Pomalingo, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan (Dikdas) Kabupaten Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com di ruangan pribadinya, Rabu (8/1/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo telah mengundang Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 8 Telaga Biru untuk dimintai keterangan.

Hal itu disampaikan langsung Frengki Pomalingo, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan (Dikdas) Kabupaten Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com di ruangan pribadinya, Rabu (8/1/2024).

"Kami dari dinas sudah klarifikasi di lapangan dan mengundang kepsek ke kantor," ungkapnya.

Ia mengatakan pihak dinas sendiri telah meminta agar pihak sekolah tidak lagi meminta iuran dalam bentuk apapun. 

Sebab, terdapat dana Bos dari pemerintah meski pun untuk dana Bos sendiri terbilang sedikit, tapi untuk perbaikan pembangunan akan dilakukan secara bertahap.

"Dana Bos memang berkurang tapi tetap bisa diadakan melalui dana bos jadi itu bertahap," ujarnya.

Frengki menyayangkan sikap Kepsek yang tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak dinas untuk rencana tersebut.

"Sebelumnya memang kepsek tidak ada koordinasi dengan kami," katanya.

Selain itu dirinya menyebutkan bahwa perkara pengumpulan dana tersebut yang tadinya dimintakan agar dikembalikan lagi ternyata dana tersebut belum ada.

Artinya pengumpulan uang baru rencana ke depan yang akan diberlakukan oleh pihak sekolah.

"Jadi tadi saya sudah klarifikasi ternyata belum ada uang yang terkumpul dan memang belum terealisasi," bebernya.

Ia menjelaskan kegiatan rapat itu dilaksanakan oleh pihak sekolah, pihak komite dan orang tua siswa pada bulan Desember 2024.

Dalam rapat itu, pihak sekolah hanya memberikan arahan rencana seputaran sekolah sementara pihak komite sendiri yang memberikan usalan pengadaan meja dan kursi tersebut.

"Kepala sekolah hanya memaparkan rencana sekolah akan tetapi pihak komite yang minta untuk bisa mengadakan meja dan kursi ini, itu bukan permintaan dari sekolah," tegasnya.

Ia juga tidak membenarkan adanya pungutan iuran sebab sudah ada dana Bos.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved