Berita Viral
Kronologi Kasus Pengeroyokan Oknum Polisi Terhadap Mahasiswa di Kabupaten Mamuju Sulbar
Direktur Kriminal Umum Polda Sulawesi Barat (Sulbar) Kombes Pol Agus Nugraha menjelaskan kronologi dan latar belakang pengeroyokan terhadap mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fggsgftygvv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Direktur Kriminal Umum Polda Sulawesi Barat (Sulbar) Kombes Pol Agus Nugraha menjelaskan kronologi dan latar belakang pengeroyokan terhadap mahasiswa bernama Ramli.
Kejadian tersebut berlangsung di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu (1/1/2025) malam.
Mahasiswa bernama Ramli menjadi korban pengeroyokan oknum polisi.
Agus menyatakan bahwa insiden ini bermula ketika Bripda S mengantar pulang pacarnya, yang berinisial E, ke asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM Mateng) di Kecamatan Mamuju sekitar pukul 18.00 Wita.
Baca juga: Ayah Kandung Baim Wong Meninggal Dunia, Dimakamkan Siang Ini
Sekitar 30 menit kemudian, Bripda S ditegur oleh mahasiswa berinisial M dan I karena keberadaannya di asrama putri yang melarang kedatangan laki-laki.
"Saudara S meminta maaf, namun saat itu saudara S akan kembali pulang.
Namun, oleh saudara M dan I, dia disuruh menunggu rekannya atau temannya yang akan datang ke lokasi," ungkap Agus dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (6/1/2025).
Sekitar pukul 18.40 Wita, mahasiswa lain berinisial M kembali menegur Bripda S terkait kedatangannya di asrama putri.
Penganiayaan dilakukan dengan tangan kosong
Cekcok dan perkelahian pun terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh masyarakat setempat.
Setelah kejadian tersebut, Bripda S meninggalkan lokasi, namun kembali sekitar pukul 20.00 Wita bersama rekan-rekannya dari Polda Sulbar untuk mencari M.
Pada pukul 22.30 Wita, M datang bersama Ramli dan bertemu dengan Bripda S dan rekannya yang sudah menunggu.
Di sinilah, rekan-rekan Bripda S, termasuk Bripda AER dan Bripda AMA, menyerang Ramli setelah terlibat cekcok.
Agus menjelaskan bahwa penganiayaan tersebut dilakukan dengan tangan kosong, yang dapat dilihat dari rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Baca juga: Alhamdulillah! Biaya Haji di Tahun 2025 Tinggal Rp 55,5 Juta, Begini Rinciannya
Baca juga: Di Tahun 2025, Pemerintah Targetkan 5000 Dapur Umum Dibangun untuk Program Makan Bergizi Gratis
"Kemudian saudara R melarikan diri ke lorong, dikejar dan terjadi penganiayaan di lorong tersebut sampai akhirnya dipisahkan oleh masyarakat," tambah Agus.