Rabu, 18 Maret 2026

Berita Viral

Demi Anaknya Lolos Bintara, Suratmo Jual Sawahnya Rp 500 Juta, Ternyata Jadi Korban Penipuan

Suratmo, demi anaknya ingin jadi seorang bintara, dirinya rela menjual sawahnya. Sawahnya laku Rp 500 juta dipersembahkan untuk anaknya yang ingin ma

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Demi Anaknya Lolos Bintara, Suratmo Jual Sawahnya Rp 500 Juta, Ternyata Jadi Korban Penipuan
Kompas.com/Dedi Muhsoni
2 Putra Suratmo (57) warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah yang tertipu Rp 900 juta oleh calo pendaftaran Bintara Polisi. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Suratmo, demi anaknya ingin jadi seorang bintara, dirinya rela menjual sawahnya.

Sawahnya laku Rp 500 juta dipersembahkan untuk anaknya yang ingin masuk kepolisian.

Namun, setelah sawahnya laku, sang anak malah tidak lolos menjadi bintara.

Seorang ayah bernama Suratmo nelangsa anaknya tak lolos tes Bintara Kepolisian.

Padahal ia sudah jual sawah Rp 500 juta demi anaknya jadi polisi.

Pria berusia 57 tahun ini juga sempat mengirim uang Rp 400 juta lagi.

Baca juga: Viral Pria Bobol Kotak Amal Masjid di Desa Ombulo Gorontalo, Aksinya Terekam CCTV

Rupanya perajin gerabah asal RT 04 RW 08 Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah ini menjadi korban penipuan oknum polisi yang menjanjikan kelulusan kepada putranya.

Saat ditemui di kediamannya, Suratmo bersama istri dan kedua putranya tampak pasrah setelah berusaha menagih uang yang dijanjikan oknum polisi tersebut.

"Kebetulan niatan itu, sawah yang di Pantura laku terjual sehingga bisa untuk uang muka sebesar 500 juta rupiah," ungkapnya dengan air mata yang menetes, Kamis (3/12/2025), melansir dari Kompas.com.

Pada 2020, kedua putra Suratmo, Sutirto dan Muhammad Syukur, berniat mendaftar sebagai anggota polisi melalui jalur Bintara di Polres Pemalang.

Baca juga: Geger, Jasad Nenek di Gresik Ditemukan Warga di Rumahnya, Korban Sempat Mengeluh Sakit

Niat tersebut didengar oleh Wahono, seorang sahabatnya yang juga memiliki putra yang bertugas di Polres Pemalang.

Wahono, yang merupakan ayah dari seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir, menyarankan Suratmo untuk memberikan uang muka operasional.

Setelah memberikan uang muka sebesar Rp 500 juta, Suratmo diminta untuk mentransfer tambahan Rp 400 juta dengan alasan permintaan dari Kapolres Pemalang dan Kapolda Jawa Tengah.

"Saya transfer sebesar 400 juta rupiah alasannya untuk pak Kapolres dan pak Kapolda, sehingga total keseluruhan yang sudah diberikan sebesar 900 juta rupiah. Dan bukti kuitansi ada semua komplet," jelas Suratmo.

Ketika mengetahui kedua putranya tidak lolos seleksi calon Bintara, Suratmo berusaha menghubungi oknum polisi tersebut.

Sumber: TribunJatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved