Berita Internasional
Kantor Sanksi Departemen Keuangan Amerika Serikat Dibobol Peretas Tiongkok
Laporan ini muncul sehari setelah The New York Times melaporkan bahwa sebuah kelompok peretas yang disponsori negara Tiongkok berhasil menyusup ke Dep
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/280422-hacker.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah dibobol oleh peretas yang diduga berasal dari pemerintah Tiongkok.
Dalam laporan yang dilaporkan Rabu (01/1/2024) tersebut, The Washington Post mengungkapkan bahwa para peretas menargetkan Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC).
Kantgor ini bertugas memberlakukan sanksi terhadap negara-negara dan individu tertentu, serta Kantor Sekretaris Departemen Keuangan AS.
Sumber yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa serangan ini menunjukkan tekad Beijing untuk mendapatkan intelijen tentang rival terpentingnya dalam kompetisi global untuk kekuasaan dan pengaruh.
Menurut laporan tersebut, baik pejabat saat ini maupun mantan pejabat mengungkapkan bahwa fokus utama bagi pemerintah Tiongkok adalah entitas-entitas Tiongkok yang sedang dipertimbangkan oleh Washington untuk dikenakan sanksi finansial.
Laporan ini muncul sehari setelah The New York Times melaporkan bahwa sebuah kelompok peretas yang disponsori negara Tiongkok berhasil menyusup ke Departemen Keuangan AS dan mendapatkan akses tidak sah ke workstation pemerintah serta dokumen yang tidak terklasifikasi.
Insiden yang digambarkan sebagai "insiden keamanan siber besar" oleh Departemen Keuangan ini terdeteksi pada 8 Desember 2024 setelah BeyondTrust, penyedia perangkat lunak pihak ketiga, memberi tahu agen terkait.
"Berdasarkan indikator yang tersedia, insiden ini dikaitkan dengan aktor dari China yang merupakan ancaman persisten canggih (APT)," kata Departemen Keuangan dalam suratnya kepada anggota parlemen.
Para peretas dilaporkan menggunakan kunci keamanan untuk memperoleh akses jarak jauh ke sistem tertentu.
Para pejabat Departemen Keuangan AS juga mengonfirmasi bahwa layanan yang terkompromi telah dinonaktifkan.
"Tidak ada bukti bahwa aktor negara Tiongkok masih memiliki akses ke informasi Departemen Keuangan," katanya.
Meski Tiongkok membantah keterlibatannya dalam serangan siber semacam ini, insiden terbaru ini terjadi setelah terungkapnya beberapa insiden siber terkait Tiongkok, termasuk peretasan yang menargetkan jaringan telekomunikasi AS. (*)
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|