Jumat, 13 Maret 2026

Berita Viral

Merasa Terhina Soal Isi Ceramah Korupsi saat Salat Jumat, Anak Kades Aniaya Imam Masjid

Seorang imam masjid dianiaya anak kades viral di media sosial. Pelaku merasa terhina soal isi ceramah yang disampaikan oleh imam masjid.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Merasa Terhina Soal Isi Ceramah Korupsi saat Salat Jumat, Anak Kades Aniaya Imam Masjid
Istimewa
Ilustrasi Penganiayaan 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang imam masjid dianiaya anak kades viral di media sosial. 

Pelaku merasa terhina soal isi ceramah yang disampaikan oleh imam masjid saat ibadah Jumat.

Adapun imam masjid itu ceramah tentang korupsi. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang lawas (Palas), Sumatera Utara (Sumut). 

Imam masjid sekaligus ustaz berinisial ARH apes dianiaya anak Kepala Desa (Kades) berinisial RPH setempat pada Jumat (27/12/24). 

Pengacara korban, Pitra Romadoni menyebut penganiayaan terjadi pada Jumat malam sekira pukul 20.00 WIB. Menurut Pitra, dugaan penganiayaan ini diduga dipicu terkait ceramah korban saat salat Jumat di hari yang sama.

Baca juga: Fakta-fakta Wanita Jatuh di Tangga 2000, Keluarga Tiba di Gorontalo dan Rencana Autopsi

Dia menuturkan, awalnya korban bertindak sebagai khatib salat Jumat dan berceramah. Adapun isi ceramah ARH terkait pemimpin yang melakukan korupsi bakal dimintai pertanggungjawabannya di Padang Mashyar.

Lantas, ARH juga menyinggung bahwa kepala desa setempat harus meminta maaf kepada warga jika terbukti melakukan korupsi dana desa agar terhapus dosanya.

"Dalam khutbahnya, ia menyampaikan yang intinya 'setiap pemimpin mulai dari kepala keluarga, kepala desa, camat, dan bupati jikalau melakukan korupsi, maka akan diminta pertanggungjawabannya di Padang Mahsyar."

"Dan apabila pemimpin yang korupsi tersebut khususnya jika yang dikorupsikan dana desa, maka pemimpin tersebut harus meminta izin untuk menghapus dosanya kepada warga desa (meminta maaf)," kata Pitra dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Senin (30/12/2024), dikutip dari Tribun Bengkulu.

Ceramah ini ternyata berbuntut panjang. Pada malam harinya, rumah ARH dilempari batu dan pintu rumahnya digedor-gedor.

Ternyata, kata Pitra, sosok yang menggedor-gedor kediaman ARH adalah anak kepala desa setempat, RPH.

"Sekira pukul 20.30 WIB, ketika sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba ada yang melempar seng rumah dengan batu. Kemudian, ada yang menggedor-gedor pintu rumah, lalu ayah ARH membuka pintu dan ternyata yang menggedor pintu tersebut adalah saudara RPH," kata Pitra.

Baca juga: TNI Pastikan Wilayah Perbatasan Gorontalo Utara Aman jelang Tahun Baru 2025

Setelah itu, RPH memanggil ARH yang berada di dalam rumah agar keluar menemuinya. Pitra menyebut RPH menantang ARH untuk berkelahi. Kiemudian, pelaku memukul korban.

"Dan tanpa berkata apapun kemudian pelaku langsung menarik baju kaus yang dipakai korban dengan menggunakan kedua tangannya hingga robek. Kemudian pelaku meninju wajah korban tetapi berujung ditangkis," tuturnya.

Pitra menduga penganiayaan tersebut terjadi karena pelaku tidak terima isi ceramah korban saat salat Jumat. Dia menyebut pelaku menganggap isi ceramah korban menghina ayahnya.

Sumber: TribunJatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved