Sabtu, 14 Maret 2026

Penemuan Mayat di Kota Gorontalo

Fakta-fakta Wanita Jatuh di Tangga 2000, Keluarga Tiba di Gorontalo dan Rencana Autopsi

Keluarga korban berharap penyelidikan dapat segera memberikan kejelasan agar mereka dapat memberikan penghormatan terakhir kepada Juwita dengan tenang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Fakta-fakta Wanita Jatuh di Tangga 2000, Keluarga Tiba di Gorontalo dan Rencana Autopsi
AI Generted
Ilustrasi -- kamar mayat di rumah sakit. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloDuka mendalam menyelimuti keluarga Juwita Jesica Pantow (JP), wanita yang ditemukan tak sadarkan diri di kawasan objek wisata Tangga 2000, Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo.

Juwita sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi akhirnya mengembuskan napas terakhirnya akibat luka parah yang dialami.

Keluarga korban dilaporkan tiba di Gorontalo pada Selasa pagi (31/12/2024) sekitar pukul 04.00 WITA.

Mereka menempuh perjalanan panjang dari Minahasa, Sulawesi Utara, untuk mendampingi proses pemulangan jenazah.

Karim, penjaga kamar jenazah RSUD Aloei Saboe, menyebut rombongan keluarga tiba menggunakan satu mobil berisi sekitar sepuluh orang.

“Mereka tiba subuh tadi. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, mereka sementara beristirahat di sini,” ujar Karim kepada TribunGorontalo.com.

Juwita Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Korban tidak meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah ditemukan di antara bebatuan besar kawasan Tangga 2000, Senin (30/12/2024), Juwita dilarikan ke RS Bioklinik Gorontalo.

Namun, kondisi luka parah di kepala akibat benturan keras membuatnya harus dirujuk ke RSUD Aloei Saboe.

Koordinator Ruang Jenazah RSUD Aloei Saboe, Anis Ismail, menjelaskan bahwa Juwita tiba di rumah sakit rujukan sekitar pukul 10.20 WITA.

Namun, meski telah mendapatkan perawatan, nyawa Juwita tidak tertolong.

“Korban mengalami luka parah di kepala yang diduga akibat benturan keras, sementara wajahnya juga penuh luka lebam. Sayangnya, ia meninggal dunia saat masih dalam penanganan medis,” kata Anis.

Keluarga Minta Autopsi, Penyelidikan Polisi Berlanjut

Keluarga korban menyampaikan keinginan untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian Juwita.

Namun, hingga saat ini, proses autopsi belum dilakukan karena menunggu persetujuan resmi dari keluarga dan instruksi dari pihak kepolisian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved