Human Interest Story
Iptu Hayun Ilowa, Anak Petani Jadi Kapolsek Limboto Gorontalo
Meski dia merupakan anak seorang petani, namun semangatnya tak pernah pudar untuk menjadi seorang abdi negara. Itulah sosok Iptu Hayun Ilowa.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfeart.jpg)
"Perwira saya itu saat di Brimob tahun 2016, saya dua kali tes, dan mengikuti pendidikan di Suka Bumi selama tujuh bulan," bebernya.
Selama bertugas dan mengikuti pendidikan menjadi seorang perwira, ayah tiga anak ini ditempatkan di daerah Poso, Sulawesi Tenggara
Kata Hayun, Poso merupakan wilayah yang terkenal dengan daerah yang cukup dingin dan sangat menantang.
"Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tugas dengan baik," ungkapnya.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Poso, Hayun memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya, Gorontalo di tahun 2017.
Sekembalinya ke Gorontalo, Hayun bertugas di Mako Brimob, namun dirinya mengajukan mutasi saat mendengar ada pembukaan SPN Polda Gorontalo.
"Alhamdulillah di-acc oleh pimpinan," katanya.
Di SPN sendiri dirinya pernah diberi beberapa jabatan, terakhir ia bertugas sebagai tenaga pendidik (Gadik) selama lima tahun.
"Saya juga ada beberapa jabatan yang pernah duduki, tapi yang terkahir saya memilih untuk mengajar," jelasnya.
Setelah itu, ia dimutasi kembali menjadi Kapolsek Tibawa, Kabupaten Gorontalo selama satu tahun lebih di 2023.
Lalu dipindahkan kembali menjadi Kapolsek Limboto baru selama lima bulan dengan pangkat dua balok emas.
Hayun menuturkan, dirinya memang dihabiskan untuk menjadi seorang abdi negara.
Walaupun tidak menjadi seorang tentara sesuai cita-citanya, namun menjadi seorang polisi menurutnya bisa membantu masyarakat.
"Saya menjadi polisi ini memang tujuannya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, apalagi polisi ini kita bisa menolong orang banyak," tandasnya.
Diketahui bahwa ia akan berganti pangkat dari Iptu menjadi AKP pada Januari (1/1/2025).
(*)