Berita Viral
Oknum Dosen di Mataram Penyuka Sesama Jenis Jalani Ritual Aneh, Korban Pelecehan lebih dari 1 Orang
Oknum dosen di Mataram dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis (sodomi), laporan tersebut disampaikan ke Direktorat Reserse NTB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fgdsvgfvggfftgvvgh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Oknum dosen di Mataram dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis (sodomi), laporan tersebut disampaikan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh salah seorang korban.
Laporan tersebut disampaikan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB oleh salah seorang korban.
Dir Reskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat membenarkan adanya laporan tersebut, dimana laporan tersebut dilayangkan pada Kamis, (26/12/2024).
"Laporan baru kami terima kemarin. Isunya ada beberapa korban, kami terima baru satu korban ini akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Syarif, Jumat (27/12/2024).
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Minggu, 29 Desember 2024: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan
Mantan Wakapolresta Mataram itu mengatakan kejadian dugaan pelecehan tersebut terjadi pada September 2024 lalu.
Perbuatan tersebut diduga dilakukan di salah satu tempat di wilayah Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
"Keterangan korban (pelapor) ada korban lain karena korban ini merupakan yang terakhir diduga sebelum itu ada korban lain," kata Syarif.
Syarif menjelaskan modus yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut masih didalami.
Namun, polisi mengatakan berdasarkan pengakuan pelapor terduga pelaku datang ke sekertariat organisasi yang diikuti korban yang ada di wilayah Gunungsari.
Baca juga: Gempa Bumi Baru Saja Terjadi, Magnitudo 4,5 Guncang Laut Selatan
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Bitung - Makassar Januari 2025: KM Tilongkabila, KM Nggapulu dan KM Sinabung
Di sana pelaku melancarkan aksi jahatnya itu.
Antara korban dan pelaku baru berkenalan dua minggu.
"Tapi dari informasi yang didapat, korban menganggap pelaku memiliki kekuatan spritual dan dia disegani," kata Syarif.
Katanya pelaku dalam menjalankan aksi pelecehan seksuakl dengan ritual aneh.
Dia menggunakan modus 'zikir kelamin' atau 'zikir zakar' untuk melancarkan aksinya.
Polisi juga masih mendalami apa yang dilakukan oleh pelaku.