Skorsing Mahasiswa Gorontalo

7 Mahasiswa Teknik Gorontalo Diskors Satu Semester, Rata-rata Ketua Himpunan

Skorsing dalam surat resmi yang didapatkan redaksi TribunGorontalo.com, ditandatangi oleh dekan Fakultas Teknik UNG pada 17 Desember 2024.

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Faisal Harun/Gmaps
Sebanyak 7 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) diskorsing. 

Sejarahnya dimulai sejak era STKIP Gorontalo, cikal bakal UNG, ketika fokus pendidikannya lebih terarah pada program non-keguruan atau non-kependidikan.

Pada tahun akademik 2000–2001, Fakultas Teknik memulai kiprahnya dengan membuka beberapa program studi diploma di bawah naungan Program Diploma STKIP Gorontalo. 

Pada tahun 2001, STKIP Gorontalo berubah status menjadi IKIP Negeri Gorontalo.

Perubahan ini membawa dampak besar pada struktur institusi, termasuk jurusan teknik yang berubah menjadi Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK). 

Pada tahun akademik 2003/2004, FPTK menambah program studi baru, yaitu D3 Teknik Arsitektur, disusul dengan pembukaan D3 Teknik Industri pada tahun akademik 2004/2005.

Perubahan status IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2005 menjadi tonggak sejarah penting bagi Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan.

Salah satu syarat perubahan status IKIP ke universitas adalah keberadaan program studi non-kependidikan, yang menjadi keunggulan FPTK saat itu.

Dengan percepatan proses alih status, FPTK berubah nama menjadi Fakultas Teknik mulai tahun akademik 2005/2006, sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) UNG.

Sejak resmi berdiri sebagai fakultas pada tahun 2001, Fakultas Teknik dipimpin oleh sejumlah tokoh yang membawa berbagai inovasi dan perkembangan signifikan. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved