Berita Viral
Viral, Lagi Asyik Berfoto, Santri Ini Tewas Terseret Ombak di Pantai Semeti Lombok Tengah
Ingin mengabadikan momen itu, Merlin Septiana pun lantas berfoto di atas tebing yang langsung menghadap lautan luas yang kala itu ombak mengulum besa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/nhgv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Saat ini, media sosial tengah mengabarkan kematian seorang santri.
Santri ini bernama Merlin Septiana yang saat itu tengah liburan bersama teman-temannya di Pantai Semeti.
Dari video yang beredar, Merlin Septiana tampak senang bersama teman-temannya.
Ingin mengabadikan momen itu, Merlin Septiana pun lantas berfoto di atas tebing yang langsung menghadap lautan luas yang kala itu ombak mengulum besar.
Baca juga: Kakek 70 Tahun Viral Ditipu Iklan WhatsApp Menggiurkan, Uang Rp 7,5 Miliar Tilep Investasi Bodong
Tak lama setelah berfoto, Merlin Septiana pun dihantam ombak dan langsung terjatuh ke lautan.
Dirinya masih sempat berpegangan pada dinding tebing, namun karena ombak terlalu tinggi sehingga tangannya pun terlepas.
Saat itu juga teman-temannya histeris.
Kejadian ini pun viral saat Merlin Septiana tengah mencoba menyelamatkan diri di video oleh salah satu temannya.
Nahas saorang santri asal Desa Tanak Awu, Lombok Tengah meninggal dunia setelah dihempas gelombang air laut di Pantai Semeti, Dusun Selong Belanak, Kamis (19/12/2024).
Baca juga: Gegara Dengki, Ibu Kantin di Brebes Viral, Tega Buang Dagangan Siswi Akibat Tak Mau Tersaingi
Korban diketahui bernama Merlin Septiana, remaja perempuan berusia 18 tahun itu merupakan siswa kelas 3 Aliyah Ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat.
Kapolsek Praya Barat AKP Lalu Punia Asmara mengatakan, evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Praya Barat, bhabinkamtibmas, babinsa, warga dan keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian.
"Anak sekolah inikan pergi berlibur bersama temannya berenam. Dia sekolah di Ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Mereka menyewa mobil fortuner kemudian diantar sama sopir," jelas Lalu Punia.
Baca juga: Pria Ini Viral Gegara Buang Air Seninya di Wajah Wanita yang Diduga Ibu Kandungnya
Lalu Punia menjelaskan kronologis korban bisa terseret arus air laut. Ia mengatakan, korban sempat pamit dan minta izin ke orang tuanya sebelum pergi berlibur ke Pantai Semeti.
Korban kemudian bersama 5 orang teman sekolahnya dan 1 orang sopir dan 1 orang anak sopir, dengan jumlah keseluruhan 8 orang berangkat dari rumahnya di Dusun Gantang Barat, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut.
Mereka menggunakan mobil Fortuner warna putih No.Pol. B 1202 BLQ bersama Sopir menuju ke pantai Semeti Desa Selong Kecamatan Praya Barat untuk rekreasi.
"Setelah tiba di Pantai Semeti sekitar pukul 14.30 Wita Korban bersama teman-temannya langsung menikmati keindahan pantai Semeti dan mereka naik ke tebing secara bergantian untuk berfoto selfie," jelas Lalu Punia.
Dikatakannya, korban mendapat giliran kedua berfoto selfie namun tanpa di sadari tiba-tiba ombak besar datang dan menghempas korban hingga korban terjatuh ke laut.
Baca juga: Gegara Tempatkan Putranya ke dalam Kondisi Berbahaya, Ibu Ini Viral Ditangkap Polisi
Korban kemudian terombang ambing oleh ombak sementara teman-teman korban berusaha memberikan pertolongan dengan menggunakan alat seadanya seperti Kayu dan pancing namun usahanya tidak membuahkan hasil.
Sementara taman yang lainnya berusaha meminta pertolongan kepada warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian.
"Selanjutnya sekitar pukul 16.00 wita Anggota Kepolisian Pospol Selong Belanak dan bhabinkamtibmas Polsek Praya Barat bersama warga langsung mengevakuasi korban dari tempat kejadian ke daratan," ungkap Lalu Punia.
Pihaknya kemudian membawa korban ke Puskesmas Pembantu Selong Belanak untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun dari hasil pemeriksaan tim medis korban sudah dinyatakan meninggal Dunia. Selanjutnya sekitar pukul 17.13 wita jenazah korban langsung di bawa ke rumah Duka Dusun Gantang Barat Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut menggunakan Mobil Ambulance Desa Selong Belanak.
Baca juga: Di Hari Pernikahannya, Pria Ini Viral Gegara Bongkar Perselingkuhan Calon Istrinya ke Para Tamu
"Saya tadi bersama anggota selanjutnya mengawal ambulance dan sekitar pukul 17. 45 wita jenazah korban tiba di rumah duka dan disambut dengan isak tangis dari keluarganya," bebernya.
Lalu Punia memastikan, himbauan dan peringatan di Pantai Semeti sebenarnya sudah dipasang dilarang.
Pihaknya melalui Bhabinkamtibmas Desa Selong Belanak juga selalu memberikan himbauan kepada masyarakat yang berlibur ke Pantai untuk menjaga keluarganya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.